Pagi hari sekali , Nafisah sudah datang di kampus, bertepatan dengan jadwal Irsyad di rumah sakit , Nafisah ada kelas pagi ini , dan Irsyad pun di tugaskan pagi hari sekali untuk ke rumah sakit , jadi sebelum pergi ke rumah sakit , ia mengantarkan Nafisah terlebih dahulu ke kampus.
Suasana kampus masih agak sepi ,namun sudah ada puluhan mungkin yang sudah datang .
Sambil menunggu teman temannya datang , Nafisah memilih duduk di taman sambil memainkan permainan cacing .
"Khmmm" deheman seseorang ntah itu siapa, tapi Nafisah masih fokus sama cacingnya.
"Boleh duduk?"tanyanya lagi,sukses menghentikan permainan Nafisah , cacingnya auto langsung nabrak , karena mendengar suara yang tak asing baginya.
Nafisah menoleh pada lawan bicaranya " silahkan " jawabnya agak kaku, tanpa basi basi dia langsung duduk di samping nafisah.
"Hmmm fis ?" Panghilnya pelan , namun terasa menggema di telinganya.
"Apa?"
"Kamu, udah lama nikah sama Irsyad?"
"Udah 6 bulan " jawabnya singkat ,namun nyesek di dengar.
"Hilang harapan aku seketika, setelah mengetahui kamu sudah menikah " ucapnya lirih , jujur Nafisah merasa bersalah pada Doni , kenapa tidak sejak awal ia terus terang .
"Don, kita masih bisa berhubungan baik kok" ujar Nafisah .
"Maksudnya?" Doni masih belum mencerna kata kata Nafisah tadi.
"Gue masih bisa jadi sahabat Lo , jadi teman baik Lo "ujarnya lagi, Doni tersenyum kecut ,rasanya hambar, bukan sahabat yang ia inginkan , tapi lebih dari sahabat.
"Iya fis, Lo bisa jadi sahabat gue" lagi lagi Doni tersenyum dengan seluruh keterpaksaan .
"Woy fis, udah Dateng Lo tumben " Diana tiba tiba saja datang dengan segala ke cerewatannya .
"Eh Lo Don?" Diana baru sadar saat ada Doni di samping , Diana pun memicingkan matanya " kalian balikan?" Tanya Diana lagi.
"Enggak"jawab Doni dan Nafisah ,kemudian saling menatap satu sama lain. , diana tersenyum " ciee jawabnya bareng " godanya .
"Kamvret , tas gue Lo kemanain tadi?"ya tuhan ntah siapa lagi yang sudah mengeluarkan suara bising pagi bagi begini.
"Berisik banget Lo rum , ah elah , noh tas Lo gue Sangkutin di pohon jambu" Diana menunjuk pohon jambu yang tak jauh dari sana, dan benar saja , ada tas yang menggantung di sana , parah banget si Diana.
"Dih sialan, tega Lo jadi temen "
"Dih sejak kapan Lo jadi temen gue"
"Dih anjiirrr sialan "Arum langsung bergegas mengambil tasnya , nafisah dan Arum tertawa jahat .
"Hmm fis , aku ke kelas dulu yah " Doni beranjak dari tempatnya menuju ke kelas setelah mendapat anggukan dari Nafisah.
"Din , duluan yah " Doni pun pamit pada diana.
"Iya Don"
Setelah kepergian Doni dari taman, Diana langsung duduk di samping nafisah yang tadi di tempati oleh Doni.
Tak lama Arum datang lagi sudah membawa tasnya yang juga di buntuti oleh maira.
"Halo guys" sapa maira sok bersahabat. Maira dan Diana hanya menatapnya datar.
"Kembali lagi dengan gue maira ,cewe paling syantik di kampus,jangan lupa subrek Chanel gue "ocehnya lagi lagi membuat tiga sejoli bergidik ngeri , maira pengen banget tuh jadi YouTuber.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anta Habibi Ya Zawji
Teen Fiction⚠️AWAS BAPER⚠️ (DALAM REVISI) Faiha Hana Nafisah. Seorang gadis dengan kepribadian tomboy dan keras kepala. Nafisah pernah di khianati oleh laki-laki yang ia cintai, dari situ Nafisah menjadi gadis yang hilang respect soal percintaan, dia friendly...
