benci

1.4K 72 0
                                        


Irsyad melipat sajadahnya rapih setelah melaksanakan sholat isya sendirian , karena Nafisah masih menolak di ajak sholat .

Irsyad menaruh sajadahnya di dalam lemari , saat berbalik Irsyad terkejut melihat Nafisah yang sudah sangat rapi mengenakan pakaian ketat berwarna hitam yang pendeknya di atas lutut , serta heels berwarna merah setinggi 12 cm .

"Kamu mau kemana?" Tanya Irsyad .

"Bukan urusan Lo !"

"Tadi berangkat kuliah sama siapa kok bisa telat ?"

"Bukan urusan Lo !"

"Jelas urusan aku Fis, kamu itu tanggung jawab aku serang ! Aku itu suami kamu " tegas Irsyad mencoba tetap lembut dan sabar.

"Stop ngurusin hidup gue, stop nekan gue dengan kata kata Suami ! Karena nama Suami itu cuma status di mata gue !" Telak Nafisah menaikan nada bicaranya .

"Mungkin kata kamu status , tapi bagi aku ini adalah sebuah tanggung jawab ! Aku harus tahu kemana kamu pergi dan sama siapa ?, Apalagi pakaian kamu kayak gini " Irsyad memandang Nafisah risih dengan pakaian yang kelewat batas baginya.

"Kenapa sama pakaian gue?, Gue itu udah biasa pakai pakaian kayak gini , jadi Lo gak usah sok ngatur ngatur !"

" Tapi fis...

"Udahlah , gue males debat sama Lo yang ada malah kemalaman gue mau pergi !" Potong Nafisah seraya merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Kamu mau kemana?" Tanya Irsyad lagi .

"Ke rumah si Arum keppo banget sih !"

"Aku antar!" Tawar Irsyad sekaligus untuk memastikan bahwa Nafisah tidak pergi ke tempat yang aneh aneh , melihat pakaiannya saja aneh.

"Enggak usah ! Gue di jemput kok"

"Tap...

Tiiidddddd

"Udah yah , gue udah di jemput " tanpa menunggu jawaban  Irsyad  Nafisah langsung saja meninggalkan Irsyad begitu saja.

Irsyad hanya mampu menghela nafas melihat kepergian Nafisah yang semakin jauh , Irsyad berusaha untuk percaya , Nafisah tidak akan berbuat macam macam di luar sana .

Nafisah keluar dari dalam rumah sedikit berlari takut taxi yang dia pesan menunggu lama .

Nafisah berbohong pada Irsyad untuk pergi ke rumah Arum dan di jemput oleh teman tamannya .

Padahal Nafisah sengaja memesan taxi online untuk mengantarnya ke club' yang sudah dia janjikan bersama teman temannya .

Tadinya Diana mau menjemputnya namun Nafisah menolak , bisa barabe urusannya saat Diana tahu Nafisah tinggal di sini sekarang .

***

Lampu lampu club' yang memancarkan cahaya warna warni tidak beraturan , di tambah dengan musik musik dj yang mengundang tubuh untuk bergoyang .

Hampir semuanya mabuk termasuk teman teman Nafisah , terkecuali Nafisah yang hanya duduk santai di sofa yang tersedia tanpa berniat untuk meminum minuman haram itu .

Seorang pria yang tengah mabuk sambil bergoyang itu melihat ke arah Nafisah yang tengah asik duduk sambil memainkan ponselnya . Pria bertubuh tinggi dengan postur tubuh yang sexy itu berjalan gontai menghampiri Nafisah .

"Hai !" Sapanya dalam keadaan setengah mabuk.

"Hai " jawab Nafisah datar .

"Kamu sendirian aja ?" Tanyanya membuat Nafisah geram dan merasa risih.

Anta Habibi Ya ZawjiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang