Aku kembali mempertahankan mu. Mempertahankan apa yang seharusnya jadi milikku. Biarkan aku singgah. Karena aku serius untuk sungguh.
• • •
Suasana selepas kepergian Rendra dan Agata menjadi hening. Hanya suara dentingan sendok garpu yang Bulan bunyikan sendiri untuk menyantap bakso seperti biasanya. Hingga suara yang tidak asing lagi bagi Bulan memasuki gendang telinganya.
"Hai!" Sapa seorang cowok dengan senyum ceria hingga menampakan lesung pipinya.
"Leo?"
"Iya, gue kira lo lupa sama gue. Habisnya pas lewatin meja kita lo langsung pergi gitu aja." Leo menduduki kursi yang tadi di tempati Agata, persis di depan Bulan.
"Sorry, gue gak lihat tadi. Btw nada, Dante, bastian mana? Gak sama lo?" Bulan tak masalah makan dengan Leo. Tidak ada yang melarang bulan kan?
"Mereka duluan ke kelas. Terus lo sendiri gimana? Makan sendiri?"
"Enggak, tadi ada temen gue. Tapi baru pergi sama seseorang."
"Oh yang perempuan muka jutek itu?"
Bulan terkekeh mendengar itu, "bisa di cincang kalo sampai Agata denger."
"Namanya agata?" Bulan mengangguk mengiyakan.
"Kalo nama lo siapa?"
"Eh? Bukannya lo udah tau?" Leo terkekeh melihat ekspresi bingung Bulan.
"Belum tau. Orang cuma baru tau Bulannya doang. Belum semuanya."
"Oh, Bulan Ratu Charista. Itu nama panjang gue."
"Nama lo cantik ya, kaya yang punya nama." Bulan tertawa mendengar gombalan Leo. Banyak yang bilang seperti itu padanya. Tapi entah kenapa jika Leo yang mengucapkan terasa berbeda?
"Jangan ketawa."
"Eh kenapa?" Bulan menatap Leo heran.
"Kalo lo ketawa lo makin cantik. Gue takut semakin jatuh cinta sama lo."
Bulan hanya menggeleng heran, "Lo raja gombal ya?"
"Kok lo tau sih?" Intonasi Leo seperti menggoda.
Bulan tertarik untuk ikut permainannya, "soalnya lo pinter banget mengobrak-abrik hati gue."
Leo tertawa juga bulan.
"Nama lo Bulan Ratu Charista kan?"
"Iya kenapa?"
"Kalo gue Raja nya lo mau gak jadi Ratu nya?" Leo menaik turunkan alisnya. Bulan tak bisa berhenti tertawa.
"Raja? Raja hutan maksud lo? Lo kan singa."
"Sialan." Sekali lagi Bulan di buat tertawa, Leo ikut tertawa saat melihat Bulan tertawa. Senang rasanya saat Bulan merasakan bahagia di dekatnya.
"Eh Lan, itu siapa sih? Dari tadi lihatin sini terus. Naksir kali ya sama gue?" Leo menceritakan seseorang yang duduk di belakang Bulan.
"Mana?"
"Itu belakang lo."
Bulan memutar tubuhnya ke belakang. Kalian tau apa yang Bulan temukan? Sepasang mata hitam legan yang menatap dirinya datar. Tapi Bulan merasa tatapan kali ini bukan hanya soal datar lalu apa? Sebelum bulan dapat memahaminya pemilik mata itu memalingkan tatapan, memutus kontak mereka. Lalu memilih kembali menatap lensa mata coklat sekarang cewek yang duduk di depannya.
Libra.
Hati bulan kembali panas, menyesal telah membiarkan Rendra pergi dari sana untuk berbicara dengan Agata. Dimas? Dimas kemana lagi? Harusnya masih ada Bumi, dimas, dan Libra di sana. Tapi kenapa hanya ada bumi dan Libra? Sialan. Kenapa juga bulan harus memikirkan? Bulan menggelengkan kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS TAKDIR
Teen FictionPantesan susah buat dapetin hati bumi. Orang bumi aja gak punya hati! • • • • Bulan cantik? Jelas. Bulan manis? Jangan di tanya lagi permen aja insecure lihat dia. Bulan pinter? Pasti, buku aja minder kalo di baca sama dia. Terus ada gak kekurangan...
