Lo terlalu memaksa. Ingat takdir gak selamanya berpihak sama lo.
• • •
Suasana di ruangan ini terasa menegangkan. Bunyi pecahan kaca terdengar nyaring. Jeritan penuh rasa sakit terus menggema. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali Libra menggores lengannya sendiri dengan pecahan kaca demi menyalurkan rasa sakit dihatinya.
"Ini karena lo berani nyakitin gue!"
Setetes darah mengalir keluar dari lengan tangannya, lalu menetes jatuh ke lantai.
"Ini karena lo lebih milih dia daripada gue!"
Setetes darah kembali jatuh.
"DAN INI KARENA LO GAK TAU RASA TERIMAKASIH SAMA SEKALI, BUMI!!!"
"Lo gak pernah menganggap gue ada! Kenapa?!!"
Prang!
Libra melempar gelas kaca yang ada dimeja kamarnya. Seketika gelas itu pecah berkeping-keping sama seperti kondisi hatinya saat ini bahkan lebih parah dari itu. Dunia terlalu kejam menulis takdirnya.
Flashback on.
Rungan berdominasi abu itu tampak hening. Hanya hembusan nafas berat yang tampak menyesakkan terus menguar dilangit-langit.
"Jadi maksud kedatangan kalian apa?" Ayah Libra, Jupiter membuka suara.
Meteor menghembuskan nafas sebentar, lalu menatap Bumi. Menyuruhnya untuk berbicara.
Bumi mengangkat kedua bahunya, tidak masalah ini cukup mudah. Lalu Bumi melepas cincin ditangan kirinya, meletakan cincin itu didepan meja mereka. Keluarga Libra menatap Bumi bingung.
"Kenapa kamu lepas cincinnya!?" Sentak Libra tak terima.
"Bukannya udah jelas? Gue mau akhiri drama ini." Jawab Bumi santai.
"Drama apa!?" Ujar Libra tak kunjung paham.
"Emangnya gue gak tau apa? Lo kan yang nyuruh bokap lo buat bujuk bokap gue agar gue mau tunangan sama lo." Serkah Bumi tajam.
Libra bungkam.
"Dan lo juga yang berusaha ngeluarin Bulan dari sekolah tapi gagal?" Bumi membuang nafas dengan senyum sinis.
"Lo pengecut!" Ucap Bumi penuh penekanan.
"Jaga bicara kamu Bumi." Jupiter menengahi, tidak tega melihat anaknya hanya diam saja.
Bumi mengangkat satu alisnya menatap Jupiter datar. Lalu mengangkat kedua bahunya memilih tidak peduli.
"Aku gak mau putus dari kamu." Ucap Libra membuat Bumi kembali menatapnya.
"Gue gak peduli. Gue tetap mau putus dari lo."
"Kenapa?"
"Karena gue gak suka sama lo."
Deg!
Meski Libra tau itu, tapi saat mendengarnya langsung dari mulut Bumi rasanya lebih sakit.
"Kamu bisa mencobanya."
"Walaupun gue mau mencobanya, tapi gue yakin gue gak akan pernah bisa suka sama lo." Ucap Bumi tajam.
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS TAKDIR
Roman pour AdolescentsPantesan susah buat dapetin hati bumi. Orang bumi aja gak punya hati! • • • • Bulan cantik? Jelas. Bulan manis? Jangan di tanya lagi permen aja insecure lihat dia. Bulan pinter? Pasti, buku aja minder kalo di baca sama dia. Terus ada gak kekurangan...
