PAPA PEMBOHONGAN!
• • •
"Bulan, do you want to be my girlfriend?"
"Yes."
"You are serious?"
"Yes, why not?" Senyum cowok itu mengembang.
"Woyy dengerin guee!! Sekarang gue sama Bulan udah jadian. Inget itu!" Cowok itu mengangkat kaki Bulan, lalu membawanya berputar.
Bulan tertawa senang, saat tubuhnya terasa terbang. Draka, cowok yang mengejutkannya pagi ini. Di tengah lapangan yang terbilang ramai. Tiba-tiba Draka, berjongkok didepannya. Dia tidak membawa apa-apa. Tangannya menggenggam erat tangan Bulan. Lalu semuanya berakhir dengan mereka jadian.
"Terima kasih." Ucapnya tulus.
"Sama-sama." Bulan balas tersenyum.
"IKUT GUE!" Cekalan tangan dipergelangan Bulan terasa semakin erat.
Tubuhnya terseret, "Lo apa-apaan sih?! Lepasin gue!!"
"Ikut gue!" Bentaknya.
"Enggak!"
"Lo gila."
"Lo yang gila! Bumi! Lepasin gue gak?!!"
"Gak!"
Bug!
Bumi tersentak mundur. Cekalan ditangan Bulan terlepas. Bumi tersenyum sinis, menyentuh luka dibibirnya.
"Jangan sentuh cewek gue!" Draka menatap Bumi nyalang.
"Emang kenapa? Suka-suka gue dong." Bumi menatap remeh ke arah Draka.
"Belagu bat lo!"
Bug!
Draka sekali lagi memukul tepat dirahang Bumi. Bumi balas memukul. Kejadian pukul-memukul tidak dapat terhindari pagi ini.
Bug!
Bug!
"Draka! Bumi! UDAHH!!" Teriak Bulan nyaring. Tapi percuma, kedua cowok itu masih asik melancarkan aksi baku-hantam.
"BUMI!!" Bulan menoleh, melihat Libra berlari kearahnya.
"Ini pasti gara-gara lo kan?! Lo itu pembawa sial tau gak?!" Libra justru mendorong bahu Bulan membuat Bulan tersentak mundur.
Bulan menatap Libra sengit, lalu berganti mendorong bahu Libra kasar. Libra jatuh terduduk diatas tanah. Ditonton ratusan anak SMAN 1 Bangsa.
"Lo kalo gak tau apa-apa. Jangan bacot, anjing." Desis Bulan didepan muka Libra. Membuat Libra memalingkan wajahnya.
Dengan dada yang naik turun, Bulan melangkah mendekati Bumi dan Draka yang masih saling melayangkan pukulan. Tanpa rasa takut, Bulan menyelinap diantara mereka. Lalu—
Plak!
"Sampah."
Bumi memegang pipinya yang terasa panas. Menatap bulan tak percaya.
"Bulan lo—"
"Sampah." Ujar Bulan tertahan.
Lalu menarik tangan Draka, membawanya pergi. Meninggalkan bumi yang mematung. Menatap kepergian Bulan tak rela.
'Lo benar-benar berubah, lan. Lo bukan Bulan yang gue kenal.'
• • •
"Aduh sakit, sayang pelan."
KAMU SEDANG MEMBACA
GARIS TAKDIR
Teen FictionPantesan susah buat dapetin hati bumi. Orang bumi aja gak punya hati! • • • • Bulan cantik? Jelas. Bulan manis? Jangan di tanya lagi permen aja insecure lihat dia. Bulan pinter? Pasti, buku aja minder kalo di baca sama dia. Terus ada gak kekurangan...
