Sebelum membaca, vote dulu ya♡
Happy reading:)
Sebelum membaca dengerin lagu itu dulu kuy:)
~~~
Setelah mendapatkan kabar dari Aarpitha, Anjali langsung menutup telpon lalu menghampiri nenek Kalyani, Munav dan Sugna. Mereka sedang ada disana duduk di sofa sembari mencicipi teh hangat yang sudah di sajikan.
"Apa itu Aarpitha?" tanya nenek Kalyani.
"Iya ibu."
"Apa yang dia katakan kak Anju?" tanya Sugna.
"Nyonya Aarpitha mengatakan jika dia sudah mendapatkan tanggal yang baik untul melangsungkan acara pernikahan Swara dan Sanskar," ucap Anjali seraya duduk di samping suaminya.
"Benarkah? Tanggal berapa itu?" tanya nenek Kalyani.
"Tanggal delapan belas sampai dua puluh satu. Selain itu tidak ada lagi tanggal yang baik di bulan berikutnya. Nyonya Aarpitha dia sedikit kebingungan mengenai persiapan acara pertunangannya karena tanggalnya terlalu cepat," jawab Anjali sedikit menjelaskan.
"Katakan saja pada nyonya Aarpitha, dia tidak perlu khawatir atau bingung. Persiapan semuanya akan di siapkan di rumah ini," kata nenek Kalyani. Dia sama sekali tidak keberatan jika keluarga Swara tidak mengeluarkan uang ataupun hal lainnya. Justru ia senang karena ia bisa membuat acar yang mewah untuk cucunya.
"Itu benar. Lebih cepat lebih baik," tambah Munav yang membenarkan.
"Iya kalian benar. Tapi apa nyonya Aarpitha akan mau jika persiapan dilakukan di rumah kita?" tanya Anjali.
"Kenapa tidak? Jika acaranya dilakukan disini dan kita yang membuat persiapannya, itu akan lebih bagus. Lagipula aku ingin acara pertunangan dan pernikahan cucu ku di langsungkan dengan meriah," jawab nenek Kalyani.
"Ibu benar. Tapi sebelum itu, alangkah baiknya jika kita memberikan sedikit ruang kepada Swara dan Sanskar agar mereka mengenal satu sama lain sebelum menikah. Jadi setelah menikah, mereka tidak akan canggung dalam hal apapun," ucap Sugna yang ikut menimpali.
"Aku sangat setuju pada Sugna. Swara dan Sanskar harus sering bersama. Mereka harus memahami satu sama lain dan membuat cinta tumbuh di antara mereka," balas nenek Kalyani.
"Ibu, Sugna, apa perlu kita melakukan itu? Kalian tau benar alasan di balik pernikahan mereka. Jadi untuk apa memberikan ruang sebelum menikah pada Swara dan Sanskar? Lagipula setelah menikah mereka akan langsung memahami satu sama lain. Aku yakin itu," kata Munav yang ikut menimpali. Namun, ia terlihat tidak setuju untuk membuat Swara dan Sanskar dekat sebelum menikah.
"Apa salahnya melakukan itu suami ku? Meski kita tau alasan di balik semua itu, setidaknya kita membuat Swara dan Sanskar dekat. Pernikahan bukan hanya status di dalamnya. Tetapi harus ada cinta yang mendasari agar hubungan pernikahan itu semakin kuat. Aku juga ingin putra ku bahagia. Karena itu aku ingin kebahagiaannya itu adalah Swara," ujar Anjali pada Munav.
"Anju, kau tahukan anak jam sekarang seperti apa? Mereka selalu bersikap akrab meski tidak kenal. Jika Swara dan Sanskar bisa berdebat, maka mereka juga bisa dekat dengan cara seperti itu. Kita tidak perlu repot-repot melakukan apapun," balas Munav yang tetap tidak setuju dengan ucapan sang istri.
"Kau memang kuno suami ku. Kau pikir dengan berdebat lalu menjadi dekat cukup? Tidak. Swara dan Sanskar harus meluangkan waktu berdua. Semoga saja mereka menjadi akrab dan tumbuh rasa cinta. Lagipula tanggal pertunangan hanya beberapa hari lagi. Masih ada waktu melakukan itu," gertak Anjali.
"Sudah-sudah! Munav, ibu setuju dengan istri ku dan juga Sugna. Swara dan Sanskar harus menghabiskan waktu bersama sebelum mereka resmi menikah," ujar Nenek Kalyani melerai perdebatan antara Munav dan Anjali. Dia juga setuju dan berpihak pada Anjali dan Sugna.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR CINTA
RomansaSelamat membaca kisah romansa Takdir Cinta❤️ Swara seorang gadis cantik yang memiliki mimpi besar dan bekerja di sebuah perusahaan Mehta Collection. Pertemanannya dengan Lakshya mengakibatkan permusuhan antara dirinya dengan Sanskar, sang pemilik pe...
