Happy Reading♡
Jangan lupa untuk vote dan coment!
~~~
Senyuman Swara terus mengembang saat ia dan Sanskar tengah menaiki sebuah mobil Jeep untuk berjalan-jalan ke sekeliling-tak jauh dari Villa. Gadis yang memakai dress berwarna biru selutut itu nampak sangat ceria bahkan ia sampai berdiri menikmati semilir angin. Sementara, Sanskar hanya mengendari mobil itu. Sesekali ia melirik ke arah Swara.
"AKU MENCINTAIMU SANSKAR!" teriak Swara membuat Sanskar terkejut dan tersenyum bahagia. Ia tidak pernah memikirkan bahwa Swara akan seberani ibu mengatakan cinta dengan berteriak.
"AKU LEBIH MENCINTAIMU SWARA!" Sanskar membalasnya dengan sama-sama berteriak. Membuat keduanya terkekeh secara bersamaan.
Swara menoleh pada Sanskar lalu ia duduk sambil mengalungkan tangannya kebahu Sanskar dari samping. Bahkan ia menyenderkan kepalanya ke bahu Sanskar. "Kau ingin membawaku kemana?"
"Nanti juga kau tau. Jika aku beritahu kau sekarang, itu bukan lagi kejutan namanya," balas Sanskar.
Swara melepaskan pelukannya pada bahu Sanskar. "Jadi itu kejutan? Berarti kau menyiapkan lebih dulu sebelum kita sampai ke villa?"
Sanskar menoleh sekilas pada Swara sambil tersenyum. Pertanda bahwa apa yang dikatakan Swara benar.
Swara menghela nafasnya. "Kenapa kau begitu senang membuat kejutan untukku? Apa dengan Navita dulu kau seperti ini?" tanya Swara. Sebenarnya ia tidak berani mempertanyakan hal itu. Namun Swara pun perlu tau tentang masalalu Sanskar bersama Navita.
Pertanyaan kedua Swara membuat Sanskar langsung menghentikan mobilnya. Ia terdiam sejenak lalu menoleh kearah Swara.
"Aku tidak bermaksud untuk-"
"Kenapa kau mempertanyakan soal Navita?" tanya Sanskar mendahului Swara yang ingin menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk mengingatkan Sanskar pada masalalunya.
"Aku hanya ingin tau saja, Sanskar. Apa kau memperlakukan Navita sama sepertiku? Seperti ini?" tanya Swara.
Sanskar terdiam. Entah kenapa kenangan antara dirinya bersama Navita kembali masuk kedalam ingatannya. Kenapa Swara harus menyebut nama Navita saat ia benar-benar telah melupakan gadis itu? Apa Swara masih meragukan perasaan Sanskar?
"Sanskar maafkan aku. Kita lanjutkan saja, ayo!" ucap Swara mengalihkan topik pembicaraan.
Sanskar menatap Swara dengan intens. "Aku memang memperlakukan sama antara kau dan Navita. Masalaluku dengan Navita tak jauh berbeda ketika aku menjalani kehidupanku sekarang bersama kau."
Swara tertegun. Jadi dugaannya ternyata benar. Swara senang diperlakukan spesial oleh Sanskar, hanya saja ia sedikit sedih bila diperlakukan sama dengan Navita.
"Sudah aku katakan kepadamu, Swara. Navita hanya masalaluku. Dulu aku memang sangat mencintainya. Bahkan aku rela memberikan apa saja demi kebahagiannya. Kenapa aku memperlakukan sama antara kau dan Navita? Karena ketika aku mencintai seseorang, aku akan melakukan apa saja agar orang aku cintai bahagia, sama seperti aku kepadamu. Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu, Swara. Aku hanya ingin kau bahagia. Jangan salah paham atas apa yang aku lakukan ini. Bukannya aku ingin menyamakan antara kau dengan Navita. Tapi aku hanya ingin membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu. Itu saja," tutur Sanskar penuh keseriusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR CINTA
RomanceSelamat membaca kisah romansa Takdir Cinta❤️ Swara seorang gadis cantik yang memiliki mimpi besar dan bekerja di sebuah perusahaan Mehta Collection. Pertemanannya dengan Lakshya mengakibatkan permusuhan antara dirinya dengan Sanskar, sang pemilik pe...
