Happy Reading♡
Jangan lupa untuk vote dan coment!
Semoga kalian semua suka dengan part ini.
~~~
Saat ini Sanskar beserta keluarganya tengah duduk di kursi depan meja panjang untuk mengikuti acara makan malam bersama. Kedua menantu nenek Kalyani mempersiapkan porsi makanan ke piring untuk semua orang. Itu menjadi salah satu tugas seorang menantu yang harus di lakukan. Setelah mempersiapkan makanan, Anjali dan Sugna langsung duduk di kursi mereka.
"Makanan yang di buat oleh kedua ibu ku ini memang sangat lezat. Sampai-sampai aku tidak bisa berhenti untuk memakannya," ucap Sonia yang memulai perbincangan.
"Katanya kau imgin diet tapi kau makan selalu banyak," gurau Sanskar yang senang sekali menggoda adiknya.
"Kakak, mana bisa aku diet jika makanan ku saja selezat ini?" balas Sonia.
"Kau tidak perlu diet. Tubuh mu sudah kecil Sonia. Ibu tidak suka jika kau diet tapi akhirnya kau malah jatuh sakit. Makan saja sesuai yang kau inginkan," ujar Sugna. Dia tidak suka jika putrinya selalu ingin diet. Dia hanya tidak ingin jika nantinya Sonia akan sakit hanya karena sedang diet.
"Iya ibu. Aku tidak akan diet," balas Sonia.
"Sanskar kau harus mendapatkan istri seperti ibu mu ini. Anjali dan Sugna bukan hanya pandai memasak tetapi dia juga pandai dalam segala hal. Kau harus cari istri seperti itu," ucap nenek Kalyani pada Sanskar.
"Nenek semua istri itu sama. Tidak ada bedanya bagiku. Aku akan menikah ketika aku benar-benar yakin jika gadis yang aku cintai bisa melakukan tugasnya sebagai istri dan juga sebagai seorang menantu," balas Sanskar.
"Oh ya? Lalu kapan kau akan membawa gadis itu?" tanya Munav yang ikut menimpali.
"Tidak perlu di bawa ayah. Gadis itu pasti akan datang sendiri," jawab Sanskar secukupnya. Dia tidak ingin memperpanjang perbincangan jika menyangkut soal menantu, istri dan juga seorang gadis.
"Pikiran ku terlalu pendek nak. Mana mungkin gadis itu akan datang sendiri? Apa dia yang akan datang melamar ku begitu? Justru kita lah yang harus melamar dan juga membawa gadis itu untuk mu," ucap Anjali.
"Iya iya terserah ibu saja."
"Kalian semua terlalu sibuk dengan masa depan kakak sampai kalian melupakan bagaimana masa depan ku nanti," ujar Sonia yang ikut menimpali.
"Kau ingin menikah?" tanya nenek Kalyani.
"Tidak nenek. Setidaknya nenek cari kan aku juga seorang pria yang bisa mencintai ku sama seperti ayah mencintai ibu," jawab Sonia.
"Tenang saja nenek akan memilihkan pria yang sangat tampan untuk cucu ku yang cantik ini," balas nenek Kalyani membuat Sonia tersenyum.
"Bukan hanya nenek mu saja, ayah juga akan sama-sama mencarikan pria yang sangat tampan untuk mu," timpal Ratan.
"Kenapa nenek dan ayah Ratan repot-repot mencarikan pria untuk Sonia. Lagipula tidak akan ada pria yang mau dengan adik ku yang cerewet dan juga jelek ini," gurau Sanskar yang kembali menggoda Sonia.
"Kakak," panggil Sonia dengan menatap tajam pada Sanskar.
"Aku hanya bercanda. Pasti seribu laki-laki tampan akan datang untuk melamar mu nanti dan aku sendiri yang akan memilih di antara banyaknya pria," ucap Sanskar sembari mengacak-acak puncak kepala Sonia.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR CINTA
RomansaSelamat membaca kisah romansa Takdir Cinta❤️ Swara seorang gadis cantik yang memiliki mimpi besar dan bekerja di sebuah perusahaan Mehta Collection. Pertemanannya dengan Lakshya mengakibatkan permusuhan antara dirinya dengan Sanskar, sang pemilik pe...
