Happy Reading♡
Jangan lupa untuk vote dan coment!
~~~
Swara beranjak bangun lalu berjalan beberapa langkah kedepan. Ia masih tidak percaya bahwa malam ini adalah malam yang paling indah baginya. "Kau tau Sanskar? Aku sangat bahagia sekali. Aku tidak akan pernah melupakan malam ini sampai kapanpun. Karena malam ini malam yang paling spesial dan indah bagiku."
Sanskar ikut bangun-menghampiri Swara. Ia melingkarkan tangannya ke bahu Swara. "Kalau kau begitu, akupun akan begitu. Aku juga tidak akan pernah melupakan malam ini. Bagiku malam ini malam yang paling istimewa antara kau dan aku."
"Benarkah?"
Sanskar mengangguk sambil tersenyum. "Aku punya satu kejutan lagi untukmu, sebentar."
"Apa itu?"
Sanskar meraih tangan Swara lalu menaruh sebuah kotak kecil berwarna merah seperti kotak perhiasan keatas telapak tangan Swara. "Ini hadiah untukmu."
"Lagi?"
Sanskar mengangguk. "Ambilah!"
"Apa isinya?"
"Buka saja."
Swara membuka kotak perhiasan kecil itu. Ia sedikit terkejut saat melihat isinya, sebuah kalung liontin berbentuk love. "Apa ini untukku?"
"Ya. Kau bisa melihat isinya. Didalam liontin itu ada foto ku dan kau," balas Sanskar.
Swara mengambil dan membuka isi liontin berbentuk love itu. Ia tersenyum saat melihat fotonya dan juga Sanskar. "Ini sangat indah, Sanskar. Aku sangat menyukainya tapi kenapa kau membelikan kalung ini untukku? Pasti harganya sangat mahal. Bukan hanya liontin ini saja tapi gaun yang aku pakai dan semua dekorasi ini pasti sangat mahal."
"Aku bisa memberikan semua apapun yang kau mau, Swara. Sekalipun itu nyawaku," ucap Sanskar.
"Shutt!" Swara langsung menempelkan jari telunjuknya ke bibir Sanskar. "Kenapa kau mengatakan itu?"
"Dengarkan aku, Sanskar. Aku tidak membutuhkan semua ini. Dengan kau mengatakan perasaanmu dengan sederhana saja, sudah membuatku bahagia. Bagiku semua ini terlalu berlebihan. Pertama kau memberikan aku gaun yang bagus, kedua kejutan seperti ini, ketiga kau memberikan aku kalung yang harganya mahal. Apa itu tidak berlebihan? Lebih baik lagi kau simpan saja uang yang kau punya. Tidak perlu melakukan semua ini hanya demi membuatku bahagia," tutur Swara.
Sanskar tertegun. Ia merasa sangat beruntung mendapatkan gadis seperti Swara. Jika dibandingkan dengan Navita, Swara jauh lebih baik. "Kau memang sangat baik, Swara. Kau sangat tulus dan sederhana. Sekarang aku tau bahwa gadis sepertimulah yang aku cari selama ini."
Swara tersenyum malu. "Memang benar kata nenek, kau adalah tipe laki-laki yang romantis tapi sayangnya keromantisanmu ini terlalu banyak mengeluarkan uang."
Swara dan Sanskar tertawa bersama. Kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya. Bahkan bulan dan bintang pun bersinar terang malam ini seolah-olah mendukung Swara dan Sanskar.
Sanskar mengambil kalung liontin itu. "Aku akan pakaiankan kalung ini dilehermu."
Swara tersenyum lalu berbalik badan-membelakangi Sanskar. Sebelum Sanskar memakaikannya kalang itu, Swara menyampingkan rambutnya ke pundak sebelah kanan agar Sanskar lebih mudah memakaikan kalung itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR CINTA
Storie d'amoreSelamat membaca kisah romansa Takdir Cinta❤️ Swara seorang gadis cantik yang memiliki mimpi besar dan bekerja di sebuah perusahaan Mehta Collection. Pertemanannya dengan Lakshya mengakibatkan permusuhan antara dirinya dengan Sanskar, sang pemilik pe...
