Double up! Seneng nggak?
.
.
.
.
.
Plak!
Tasya memegangi pipi nya yang terasa sangat panas dan juag sakit. Ia menatap Lia dengan heran sekaligus kecewa. Ada apa dengan sahabat nya ini? Pikit Tasya.
"Lo kenapa sih tiba-tiba nampar gue gitu? Sakit ta─"
"Lebih sakit mana gue sama lo?!" potong Lia cepat.
Kening Tasya mengernyit bingung. "Maksud lo apa sih?"
Lia tertawa sinis, ia menyodorkan beberapa foto yang telah di cetak pada Tasya. Terdapat tiga foto yang Lia sodorkan pada Tasya. Yang pertama saat Andri menggandeng lengan Tasya saat di mall, yang kedua saat Tasya dan Andri bersanda gurau, dan yang terakhir saat Tasya mengobati luka Andri.
"I─ini bukan seperti yang lo pikirin Li." Tasya mencoba menggenggam tangan Lia, namun segera Lia tepis tangan Tasya secara kasar.
"Gue nggak nyangka sama lo Sya. Lo pernah bilang sama gue, kalo lo bakal bantuin gue buat deketin Andri. Tapi apa?! Lo malah berkhianat Sya! Lo nggak mikirin perasaan gue gimana! Lo kira gue nggak sakit hati hah?!"
Kedua mata Lia mulai berkaca-kaca. Pertahanan Lia pun runtuh, ia menangis dengan kedua tangan yang menutupi wajah nya. Sedangkan Tasya hanya menatap nanar sahabat nya itu. Tidak, Lia salah paham tentang nya.
Melihat Lia menangis, Nayya dan Hyona yang berada di belakang dengan sigap menenang kan Lia yang menangis. Ingin sekali Tasya menjelas kan yang sebenar nya, namun bibir nya terasa kelu.
Lia mendongak dengan hidung yang memerah, ia menatap Tasya dengan tatapan kecewa. "Gue, kecewa sama lo." setelah berucap seperti itu, Lia pergi dengan berlari meninggalkan rumah Tasya.
Hyona maju selangkah, ia menatap datar Tasya. "Gue nggak nyangka lo bakal khianatin sahabat lo sendiri Sya." Hyona pun berjalan kearah pagar rumah Tasya.
Kini giliran Nayya yang maju menghadap Tasya dengan sorot mata kecewa teramat sangat. "Gue juga kecewa sama lo Sya. Gue nggak bakal nyangka kalo lo bakal khianatin sahabat lo sendiri. Lo itu terlalu maruk Sya, lo udah punya Vano Sya. Apa kurang Vano untuk lo? Harus ya lo angkut juga Andri yang notabene nya gebetan sahabat lo sendiri." Tasya hanya menatap lurus kedepan, tatapan nya kosong. Nayya sudah pergi menyusul kedua sahabat nya, tinggal ia sendiri di sini.
Tasya masuk kedalam rumah nya dengan tatapan kosong, dapat ia lihat Aksa yang mengkerut kan kening nya seraya menatap Tasya. Tasya yang melihat pun segera berlari memeluk tubuh atlentis Aksa.
Aksa yang tak sigap pun sedikut terhuyung kebelakang. Dapat Aksa dengan kakak nya ini terisak di pelukan nya. Ia sama sekali tak membalas pelukan Tasya, ia hanya menatap lurus kedepan tanpa berminat menenang kan Tasya.
"Ak─sa, hiks. Sa─sahabat gu─e ninggalin gu─e Sa. Va─no juga hiks ninggalin gu─e."
Aksa tak menyahuti ucapan Tasya. Tasya mendongak, menatap Aksa yang tak sama sekali menatap nya.
"L─lo nggak hiks ne─nangin gu─e hiks apa?" Aksa menggeleng.
"Lepas. Ini juga semua salah lo. Nggak semua masalah lo harus gue tanggung." ujar Aksa dingin. Tasya menggeleng, ia tak mau melepaskan pelukan nya pada Aksa. Ia malah mengeratkan pelukan nya kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsya | Complete
Teen FictionDingin, datar, kaku, dan tak mengenal cinta. Itu lah seorang ketua geng Alvazma, Putra Alvano Albarak. Berawal dari tabrakan yang tak di sengaja di koridor kelas XI, yang membuat Vano penasaran dengan gadis ceroboh itu. Dengan mata tajam nya, ia dia...
