Kalo ada typo mohon di kasih tau ya-!
Happy Reading!
.
.
.
"Mau cerita apa Lo?" tanya Tasya saat keluar dari kamar mandi dengan pakaian kaos polos berwarna tosca dan hotpants berwarna putih polos.
Hyona menoleh ke arah Tasya. "Keringin dulu itu rambut Lo," perintah Hyona.
Memang, rambut Tasya sekarang basah karna ia tadi keramas. Setelah kering, Tasya menyisir kan rambut nya.
"Nah, Gue udah rapih nih. Lo mau cerita apa?" tanya Tasya.
"Kemaren---"
Ceklek
Semua orang menoleh ke arah pintu kamar Tasya. Nampak lah seseorang bertubuh tegap masuk kedalam kamar Tasya.
"Kak, Lo mau makan apa? Biar Bang Aldo yang pesenin," tanya Aksa.
"Loh? Kok pesen? Bi Ema kemana?"
"Bi Ema pergi ke kampung. Kata nya anak nya sakit. Mungkin lusa Bi Ema kesini lagi," jelas Aksa.
"Oh, Gue boba aja deh."
"Oh, ok."
"Kita enggak di tanyain?!" tanya ketiga sahabat Tasya kompak.
Aksa menoleh ke arah sahabat kakak nya itu. "Buat apa nawarin kalian?"
Nayya membulatkan mata nya sempurna. "Apa Lo bilang?! Kita juga belom makan anjir."
Dari pada membalas ucapan Nayya, Aksa lebih memilih untuk keluar dari kamar kakak nya itu.
"Adek Lo nyebelin banget sih," adu Nayya dengan bibir yang di kerucutkan.
Tasya tertawa geli. "Paling juga nanti di beliin. Mana mungkin enggak,"
"Nah, sekarang lanjut dah cerita nya Hyona." tambah Tasya.
"Kemaren, si Daniel ngajakin Gue jalan dong!" pekik Hyona.
"DANIEL SI PLAYBOY CAP DUGONG ITU?!" heboh Nayya.
Buk!
Sebuah bantal kecil milik Tasya dengan mulus mengenai wajah Nayya. Pelaku nya adalah Lia.
"Kok lempar bantal sih Li?!" protes Nayya.
"Gue refleks Nay. Abis suara Lo kayak toa."
Tawa mereka pun pecah. Polos sekali Lia ini. "Astahfirullah, hamba ternistakan," Nayya mengelus dada nya sabar.
"Dia ngajak Lo kemana Na?" tanya Tasya.
"Ke Dufan."
Deg!
Apa kah dia lihat kalau dia sedang berjalan berdua dengan Vano? Kalau ia tau, mati lah Tasya.
'Hyona liat gue sama Vano gak ya?' batin Tasya cemas.
"Muka Lo kenapa Sya? Kayak cemas gitu." tanya Lia.
Tasya tersadar dari lamunan nya. "E-eh, e-enggak kok. Gapapa" Tasya tersenyum untuk meyakin kan teman-teman nya itu.
"CEWEK-CEWEK TURUN LO PADA! MAKANAN UDAH SAMPE!" teriak Aldo dari bawah.
Mereka semua berlari menuju bawah dan menemukan Aldo, Azka, Aksa duduk dengan empat loyang pizza.
"Wih, pizza."
"Makasih loh udah beliin Gue."
"Eh buat Gue itu,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsya | Complete
Fiksi RemajaDingin, datar, kaku, dan tak mengenal cinta. Itu lah seorang ketua geng Alvazma, Putra Alvano Albarak. Berawal dari tabrakan yang tak di sengaja di koridor kelas XI, yang membuat Vano penasaran dengan gadis ceroboh itu. Dengan mata tajam nya, ia dia...
