Sebelum baca harap tekan bintang di pojok kiri ya, nggak sampe lima detik kok, jangan pelit-pelit bintang ya.
Happy Reading!
.
.
.
.
.
Pagi ini, Tasya di antar oleh mobil sport Azka. Ia mendengus sebal kala mobil sport Azka sudah berhenti di depan gerbang SMA Galaxy. Hasil nya, banyak pasang mata yang tertuju pada mobil berwarna hitam milik Azka.
"Harus nya lo gak usah anter gue ke sekolah bang," cibir Tasya.
"Kan jarang-jarang abang lo yang ganteng mirip Jaehyun Super Junior ini nganter lo ke sekolah." Azka menepuk-nepuk dada nya bangga.
Tasya mengkerut kan kening nya bingung. "Sejak kapan anjir Jaehyun pindah grup jadi Super Junior? Lo salah didikan bang."
"Lah? Gue salah? Terus siapa?"
"Lo punya google 'kan bang? Tanya aja sama google!"
Segera Azka merogoh saku nya mengeluarkan ponsel nya yang berlogo apel di gigit. Beberapa menit kemudian ia menatap Tasya polos.
"Gue salah ya? Ternyata Jaehyun bukan Super Junior, tapinct 127," ujar nya polos.
Tasya memutar bola mata nya malas. "Lo belajar dari mana sih?" tanya Tasya dengan nada sebal.
"Lo kan suka nonton begituan. Ya gue tau lah,"
"Tapi pengetahuan lo salah. Udah ya, gue mau turun." Tasya menyodor kan telapak tangan nya pada Azka. Azka mengkerut kan kening nya.
"Minta duit lo?"
Tasya berdecak. "Gue udah di kasih sama papa. Gue mau salim elah." Azka mengangguk. Taysa mencium punggung tangan Azka saat Azka membalas sodoran nya.
"Gue pamit dulu ya bang. Lo kalo mau nyari cewek di kampus mending yang baik-baik ya bang. Baru gue restuin assalamu'alaikum." ujar nya lalu membuka pintu mobil. Azka tersenyun tipis.
"Wa'alailumussalam."
Saat keluar dari mobil milik kakak nya, banyak pasang mata yang melirik nya dengan sinis. Cibiran-cibiran murid-murid SMA Galaxy semakin terdengar kuat saat Tasya berjalan di koridor menuju kelas nya.
Langkah Tasya terhenti saat cewek berbaju ketat, rok di kecilin, rambut di ombre, dan make up yang menor. Tasya menatap seseorang tersebut dengan raut wajah datar.
"Minggir. Gue mau lewat." Tasya berjalan meminggir namun lengan nya di cekal oleh gadis itu dengan kasar. Gadis berambut ombre pink itu mendorong Tasya. Beruntung nya Tasya bisa menyeimbang kan tubuh nya, jadi ia tak sampai terjatuh.
"Mau lo apa sih, Sesil?" tanya Tasya jengkel. Ia menatap tajam Sesil dan antek nya, Riana yang juga berambut ombre. Beda nya, rambut Riana ini berwarna biru.
"Mau gue?" Sesil menunjuk diri nya sendiri dengan jari telunjuk nya. "Mau gue ya lo menderita!" bentak Sesil. Tasya memejam kan mata nya menetral kan emosi nya.
"Kenapa lo mau gue menderita, hah?"
"Karna lo itu pelakor! Perebut Laki Orang!"
"Vano maksud lo? Ck. Gue gak deket sama dia," Tasya melipat kan kedua tangan nya di depan dada nya.
"Pura-pura amnesia lo? Kemaren kan lo abis jalan sama cowok gue." ujar Sesil penuh penekanan.
Tasya mendengus. "Di bilang, Aldo bukan pacar gue. Lo gak ngerti bahasa manusia, hah?!" suara lantang Tasya mampu membuat orang yang berlalu lalang berhenti memperhatikan aksi mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsya | Complete
Teen FictionDingin, datar, kaku, dan tak mengenal cinta. Itu lah seorang ketua geng Alvazma, Putra Alvano Albarak. Berawal dari tabrakan yang tak di sengaja di koridor kelas XI, yang membuat Vano penasaran dengan gadis ceroboh itu. Dengan mata tajam nya, ia dia...
