41 : Keberadaan Tasya

1.1K 80 0
                                        

"Gue Regan, musuh pacar lo. Dan gue nyulik lo buat nuntasin dendam gue sama cowok lo."

Deg!

"T─tapi kenapa harus gue?" tanya Tasya dengan mata yang mulai berair. Dapat Tasya lihat Regan tersenyum sinis, lelaki itu memegang dagu Tasya agar terangkat menatap mata nya.

"Karena lo satu-satu nya perempuan kesayangan Vano." ujar Regan dengan dingin. Gadis itu kemudian menangis saat Regan menarik tangan nya secara kasar dari dagu Tasya.

"Kenapa lo benci banget sama Vano?" tanya Tasya di sela-sela tangis nya membuat Regan mencengkeram kedua pipi Tasya keras.

"Asal lo tau, cowok lo itu udah perkosa cewek gue sampe bunuh diri. Dan lo, cewek bodoh yang mau-mau nya di pacarin sama orang yang udah perkosa cewek gue. Apa lo nggak takut di perkosa dan bernasib kayak cewek gue?" tanga Rega penuh penekanan.

Tasya tidak menjawab, gadis itu hanya bisa menangis terus menerus, tidak menyangka apa yang dikatakan Regan. Sungguh ini sebuah fakta yang sangat menyakitkan untuk Tasya.

Regan tersenyum miring, ia kemudian melepaskan cengkeraman nya dan berdiri tegak. "Kayak nya lo nggak takut sama cowok lo."

"Kalau bukan Vano yang bikin lo senasib kayak cewek gue, gue yang bakal bikin lo senasib kayak cewek gue."

-----

Mata Kenzi membola saat melihat layar monitor nya. Ia tadi melihat salah satu anggota geng Rajawali melintas di dekat nya. Tanpa pikir panjang, ia mengikuti anggota itu dengan drone yang baru saja dibeli nya. Dan betapa terkejut nya ia saat anggota itu pergi menuju hutan dan berjaga di depan gedung tua.

Kenzi yakin seratus persen kalau Tasya berada di gedung tua itu. Dan setahu Kenzi, gedung tua itu dulu markas lama Rajawali. Namun sekarang sudah tidak digunakan lagi dan entah dijadi kan apa tempat itu.

Tanpa ba-bi-bu, ia keluar dari mobil nya dan berlari menuju warung bu Wati guna memberitahu info yang baru ia dapatkan.

Pak Joko, satpam sekolah yang sedang berjaga di pos nya langsung berlair keluar saat melihat Kenzi berlari kencang. Bisa gawat kalau kepala sekolah melihat murid nya bolos dijam pelajaran, karena pak Joko juga akan mendapatkan batu nya.

"HEI KAMU! KEMBALI KAMU KE KELAS!" seru pak Joko yang tidak dihiraukan oleh Kenzi. Lelaki dengan seragam dikeluarkan itu tetap saja berlari meninggalkan lingkungan SMA Galaxy.

Pak Joko membuang nafas kasar, kini ia hanya berharap kalau tidak ada guru yang melihat murid nya bolos dijam pelajaran. Bisa habis diri nya oleh kepala sekolah.

Pak Joko mengusap wajah nya kasar lalu masuk kembali ke pos nya. "Semoga nggak ada guru yang lihat." guman pak Joko berharap.

Sesampai nya di warung bu Wati, ia segera menghampiri Vano. Vano yang sedang melamun tidak menyadari akan kehadiran Kenzi.

Kenzi memegang lutut nya, mencoba menormal kan deru nafas nya. Setelah dirasa cukup normal, ia menepuk pundak Vano keras namun sayang nya lelaki itu tidak mengindahkan tepukan Kenzi.

"Van, gue ada kabar Van."

"Percuma lo ngomong sama dia Ken, dia lagi mode sad boy." celetuk Daniel seraya menghisap putung rokok nya.

"Tapi ini tentang Tasya!"

Seruan Kenzi mampu membuat Vano dan Aldo menoleh kearah nya. Terkejut? Tentu saja mereka terkejut dengan seruan Kenzi. Aldo mulai menghampiri Kenzi, ia memegang pundak Kenzk dengan tatapn berharap.

"Lo tau dimana Tasya?" tanya Aldo yang di angguki dengan mantap oleh Kenzi.

"Lo jangan main-main!" ucap Vano dengan penuh penekanan.

"Gue nggak bohong!" balas Kenzi.

"Dimana keberadaan Tasya, Kenzi?" tanya Aldo tidak sabar. Ia sungguh mengkhawatir kan kembaran nya itu. Entah bagaimana nasib Tasya, ia tidak tahu.

"Di hutan pinggir kota, lebih tepat nya di gedung tengah hutan yang cuman diketahui geng Rajawali." tutur Kenzi dengan wajah serius.

Penuturan dari Kenzi mampu membuat tangan Vano terkepal kuat, ia sudah menebak nya dari awal kalau pelaku penculikan Tasya karena ulah Regan.

"Lo tau darimana Ken?" kini giliran Andri yang bertanya.

"Gue ngikutin mereka." jawab Kenzi membuat mereka mengkerutkan kening nya. Bagaimana bisa Kenzi mengikuti geng Rajawali yang notabene nya musuh Alvazma tanpa lecet sedikit pun?

"Lo nggak di keroyokin sama mereka bro?" tanya Mark heran.

Kenzi mengangkat dagu nya tinggi kemudian menepuk-nepuk pundak nya bangga. "Gue kan ngikutin nya pake drone. Hebat kan gue?" tanya Kenzi seraya menaik turun kan alis nya.

Serempak mereka semua beroh ria saat mendapat jawabn dari Kenzi.

"Kita ke hutan sekarang!" titah Vano lalu pergi melesat dengan motor kesayangan nya membuat semua anggota yang ada di warung bu Wati berhamburan mengambil jaket mereka.

"Gue suruh yang lain ngikut ke hutan." ujar Andri lalu mengeluarkan ponsel nya guna memberitahu anggota lain yang sedang berada di luar warung bu Wati.

ALVAZMA(927)

Andrianeza

Ke hutan sekarang! Bu bos udah ketemu lokasi nya. Telat sedikit gue bunuh lo semua!

-----

Vano mengendarai motor nya dengan kecepatan di atas rata-rata. Banyak sekali umpatan yang ia temui sepanjang jalan karena selalu menyalip sana sini membuat orang-orang terkejut dan hampir oleng. Namun Vano tidak peduli, lelaki itu tetap saja mengendarai motor nya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Aksa yang berada di kafe dekat sekolah Tasya sedikit mengernyit melihat Vano yang mengendarai motor dengan ugal-ugalan. Walau Vano dulu musuh nya, ia tahu kalau jika Vano mengendarai motor diatas rata-rata berarti ada sesuatu yang sangat penting.

"Gue duluan." pamit Aksa lalu berlari keluar menyambar motor nya dan mengikuti Vano dengan kecepatan yang sama agar tidak kehilangan jejak. Ia yakin, sungguh yakin kalau Vano telah menemui keberadaan kakak nya, Tasya.

Aksa mengkerutkan kening nya saat Vano memasuki area hutan. Setahu nya, hutan ini adalah hutan tempat markas Rajawali berada dan yang ia tahu juga, Rajawali dan Alvazma tidak memiliki hubungan yang baik.

Kini Aksa dapat menebak kalau dalang dari penculikan Tasya adalah ulah Rajawali. Ia sungguh yakin hal itu, sangat yakin.

Aksa memarkirkan motor nya lumayan jauh dari motor Vano terparkir.

Ia mengamati Vano dari jarak jauh, dapat Aksa lihat kalau lelaki yang jauh lebih tua dari nya itu memasuki gedung tua dengan langkah tergesa-geda dan nampak seperti orang yang sedang menahan amarah.

Aksa menoleh saat mendengar deru motor dari belakang nya, dengan segera ia menyembunyikan tubuh nya di balik pohon besar di dekat nya. Ia mengintip dan menemukan sekumpulan anak lelaki mengendarai motor, Aksa yakin itu adalah geng Alvazma.

Aksa menoleh dengan cepat kearah gedung tua itu saat mendengar seruan marah dari Vano. Ia sangat terkejut, begitu juga anggota Alvazma lain nya.

"REGAN SIALAN!"

Alsya | CompleteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang