Hari ini adalah hari sabtu. Hari yang di tunggu-tunggu oleh Tasya. Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari untuk ia tak perlu pusing-pusing memikir kan pelajaran.
"8 pagi juga, Lo udah nelfon Gue. Otak Lo konslet?!" cerocos Tasya dengan kesal.
Terdengar di sebrang sana terkekeh pelan.
"Jam 9 masih pagi?" tanya nya di sebrang sana.
Tasya membelakan mata nya sempurna. Ia kira itu adalah Nayya atau yang lain. Ternyata Alvano. Mati lah Tasya.
"E-eh i-ini Vano ya? Sorry ya, Gue kira tadi Nayya,"
"Gue jemput Lo jam 10,"
Setelah mengucap kan itu, Vano menutup telefon nya secara sepihak. Tasya mendengus kesal. Di lihat nya jam yanh ada di nakas, masih jam sembilan lebih lima.
"Mandi atau tidur lagi? Tidur lagi aja deh." Gumam nya bermonolog lalu membanting diri nya ke kasur dan mulai menuju alam mimpi nya lagi.
-----
Seorang laki-laki dengan kaos hitam dengan celana jeans sedang mengendarai motor sport nya menuju rumah seseorang.
Sesampai nya di depan rumah yanh di tuju, ia menekan bel.
"Siapa ya?" Tanya seseorang dengan baju rumahan.
"Alvano,"
"Alvano? Nyari siapa?"
"Tasya,"
"Lo pacar nya Tasya?"
"Calon,"
"Oh, kenalin. Gue Azka, kakak nya Tasya."
Vano tersenyum canggung. "E-eh iya bang,"
Azka terkekeh. "Gak usah canggung. Santai aja," Azka menepuk pelan pundak Vano.
"Ayok masuk dulu," Azka mempersilahkan Vano untuk masuk.
"Mau minum dulu?" tanga Azka setelah masuk kedalam rumah. Vano mengeleng. "Yaudah, Gue ke kamar Tasya dulu ya," ucap Azka berjalan menuju tangga, sedangkan Vano menganguk sebagai jawaban.
Tok.. Tok.. Tok..
Ceklek
Azka menyembul kan kepala nya kedalam kamar adik nya itu. Penampakan pertama kali yang ia lihat adalah adik nya yang sedang memeluk guling dengan selimut yang di pakai sampai dada.
Azka berkacak pinggang. "Bangun woi!" Azka menyibak selimut yang di pakai Tasya.
"Eungh, Gue masih ngantuk." Tasya menarik kembali selimut nya memenuhi tubuh nya.
Azka berdecak kesal. "Bangun gak?!"
"Enggak!"
Azka membulat kan mata nya sempurna. Mengapa adik nya ini sangat kebo? Azka pun pasrah. Ia keluar dari kamar adik nya dan menemui Vano di bawah sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsya | Complete
Novela JuvenilDingin, datar, kaku, dan tak mengenal cinta. Itu lah seorang ketua geng Alvazma, Putra Alvano Albarak. Berawal dari tabrakan yang tak di sengaja di koridor kelas XI, yang membuat Vano penasaran dengan gadis ceroboh itu. Dengan mata tajam nya, ia dia...
