Aku double up kalo vote nya udah tembus 5. Gimana? Ada yang mau?
.
.
.
.
.
Lia memainkan tangan nya dengan gelisah, ia menatap bangku di samping nya yang kosong dan hanya terdapat tas berwarna biru tanpa ada pemilik nya.
Lia menoleh kebelakang menatap Hyona dengan gelisah. "Na, Tasya kok belum balik-balik sih?"
Hyona mengedikan bahu nya acuh, ia pun tidak tahu dimana keberadaan Tasya. Mengapa Lia menanyakan Tasya pada diri nya?
"Mana gue tau. Gue bukan emak nya."
Lia mendengus sebal, ia menatap Hyona dengan sebal. "Kan tadi dia pergi ke kantin sama lo."
"Emang sih dia tadi pergi sama gue, tapi pas gue ajak balik ke kelas dia nyuruh gue duluan. Yaudah gue duluan, dan setelaj nya gue nggak tau dimana dia." jelas Hyona panjang lebar.
Lia mendesah kecewa, apa yang harus ia katakan bila guru menanyakan keberadaan Tasya? Lia jadi bingung.
Bel pun berbunyi, seluruh murid yang tadi nya berada di kelas sang pacar, kantin, atau di bangku teman untuk mengghibah pun kembali ke meja masing-masing.
Bu Fella selaku guru biologi mulai masuk kedalam kelas dengan beberapa tumpuk buku di pelukan nya.
"Assalamu'alaikum anak-anak!" sapa Bu Fella kemudian duduk di bangku guru.
"Wa'alaikumussalam!" balas murid-murid di kelas.
Bu Fella membuka buku absen nya setelah duduk di bangkunya dan mulai mengabsen nama-nama murid di kelas yang sedang ia ajar.
"Putra Alvano Albarak?"
Hening.
Bu Fella mendongak menatap murid-murid nya di balik kacamata milik nya. "Putra Alvano Albarak?" ulang Bu Fella seraya mengedarkan pandangan nya.
"Tidak hadir bu!" sahut perempuan berkepang dua yang menjabat sebagai sekretaris kelas.
"Kemana?"
"Nggak tau bu." balas sekretaris itu seada nya.
Bu Fella mengangguk lalu menatap buku absen milik nya sedetik kemudian wanita dengan usia sekitar tiga puluhan itu kembali mendongak.
"Kenzi Fakhri Kaifa?"
"Nggak hadir bu." balas Nayya. Bu Fella menaiki sebelah alis nya lalu kembali menunduk.
"Nggak hadir juga." gumam Bu Fella.
"Andrian Saputra Ezi?"
"Nggak hadir juga." bukan Nayya kali ini yang menjawab, namun sekretaris itu lagi yang menjawab.
"Vano dan geng nya yang tidak hadir?" tanya Bu Fella pada selurh murid nya yang di angguki oleh seluruh siswa di kelas.
"Kenapa kalian tidak memberitahu nya sejak tadi? Kalau gitu kan suara ibu terbuang sia-sia."
"Orang ibu nggak nanya." gumam Hyona sedikit kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alsya | Complete
Teen FictionDingin, datar, kaku, dan tak mengenal cinta. Itu lah seorang ketua geng Alvazma, Putra Alvano Albarak. Berawal dari tabrakan yang tak di sengaja di koridor kelas XI, yang membuat Vano penasaran dengan gadis ceroboh itu. Dengan mata tajam nya, ia dia...
