enam puluh tiga

245 16 0
                                        

Happy reading guys 📖📖


Tepat didepan gerbang rumah, Nadia membayar taxi itu. Turun dari taxi, kopernya ditarik keluar. Taxi itu segera melaju pergi dari daerah sana.

"Kita sudah sampai, sebentar mama mau nekan tombol bel, turun sebentar ya" ucap Nadia

Ia menurunkan anaknya, lalu menekan bel rumah itu.

Kringg...kringg...kringg

Mereka berdua menunggu diluar, selisih beberapa menit terdengar suara pintu terbuka. Benar saja pintu itu terbuka, dan lanjut pagar rumah terbuka. Menampilkan bi Narsih yang membuka itu.

"Waah ada nak Nadia, sebentar bibi buka dulu gembok pagarnya" ucap bi Narsih

Wanita paru baya itu membuka kan pintu pagar tersebut, beberapa menit kemudian terbuka lah. Senyum khas wanita paru baya itu masih sama seperti yang dulu kala. Bi Narsih memiliki ke janggalan disini, dan mengerutkan keningnya.

"Kenapa bi?" Tanya Nadia

"Eeumm kok cuman kalian berdua? Nak Leo mana?" Tanya bi Narsih

Nadia segera tersenyum simpul.

"Leo masih ada urusan di sana bi, dan katanya segera menyusul kesini kalau urusan disana sudah selesai" ucap Nadia

"Oo, yaudah masuk. Cantiknya anaknya" ucap bibi

Mereka segera masuk, dan bi Narsih tidak lupa mengunci lagi gerbang rumah, dan pintu rumah. Bi Narsih menarik koper itu masuk kedalam, sedangkan Nadia masih menggendong anaknya. Setelah masuk, Nadia mendudukkan anaknya di kursi sofa yang berada di ruang tengah, lalu dirinya duduk disamping anaknya.

"Sebentar ya, bibi buatin minum. Pasti butuh yang hangat-hangat" ucap bibi

Wanita paru baya itu segera pergi kedapur, dan meninggalkan ruang tengah. Nadia mengamati sudut ruangan itu, ia tersenyum simpul. Rumah ini masih sama seperti dulu ketika ia masih disini bersama kedua kakaknya.

"Ini rumahnya opah?" Ceplos Riri

"Iya sayang" jawab Nadia

Tak lama, bi Narsih datang dengan dua gelas minuman hangat, dan diletakkan di meja.

"Diminum dulu" ucap bi Narsih

"Iya bi, eumm aku mau nanya" ucap Nadia

"Nanya apa?"

"Ini kak Aldo, kak Nicko, papa dimana? Kok sepi rumah" ucap Nadia

"Ooo mereka lagi datang ke acara kantor, jadi sepi dan hanya ada bibi. Kalau nak Nadia mau istirahat bibi bersih kan dulu kamarnya" ucap bi Narsih

"Eumm iya deh, aku bantu bi"

"Jangan, biar bibi sendiri aja. Pasti capek kan dari jauh, tunggu disini aja" ucap bibi

"Gapapa bi, biar aku bantu" ucap Nadia memaksa

"Yaudah, bibi kesana duluan"

My Brother Twins - [ E N D ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang