Happy reading guys 📖📖
•
•
•
••
Sebuah tepukan membuat ia kembali kedunia nyata, senyumnya melebar. Sebuah kecupan telah mendarat di pipi nya, serta pelukan hangat. Jujur ia sangat menikmati kehangatan seperti ini, kasih sayang yang setiap hari tak luntur, malah setiap hari bertambah. Segelas kopi susu sudah siap diatas meja itu.
"Makasih ya kak"
"Tentu"
Perempuan itu berada ditengah-tengah, dirinya terhempit oleh keberadaan Aldo dan Nicko yang berada disamping kanan dan kiri nya.
Mata mereka menatap layar televisi yang sedang menayangkan film kesukaan mereka bertiga, posisi mereka sekarang adalah tengkurang di lantai yang beralasan kasur tipis, itu posisi ternyaman mereka ketika sedang menonton.
"Ehhm diluar ada yang nyariin nak Aldo sama nak Nicko, katanya dari kelompok osis gitu." ucap bibi yang tiba-tiba datang.
Aldo segera menge-pause film yang mereka tonton.
"Nad, mending kamu masuk kekamar, lihat filmnya kamu lihat di laptop aja." ucap Nicko.
Nadia segera bangkit, dan mengulung kasur tipis itu, dan segera merapikan ruang tengah. Sedangakan Aldo dan Nicko menemui teman-temannya.
"Kalian kesini gak telepon dulu." ucap Nicko.
"Udah gue telepon, tapi nomer kalian berdua gak jawab sama sekali." ucap Syakir.
"Oh" "yaudah masuk ke ruang tengah aja, tempatnya juga lebih luas daripada disini." ajak Aldo.
Mereka berjalan ke ruang tengan atas perizininan dari Aldo dan Nicko, kira-kira sepuluh anggota osis yang mengunjungi rumahnya. Tentu nya untuck membahas program baru untuk kedepannya.
"Btw lo tinggal disini cuman berdua?" tanya Rafly.
"Enggak lah, ya kali rumah segede gini cuman dua orang yang nempatin. Ada nyokap gue dan adik perempuan gue, tapi nyokap sekarang gak ada dirumah." ucap Nicko.
"Adik lo? Kembar gak?" tanya Lisa.
"Enggak" sahut Aldo. "Kok malah bahas keluarga gue sih, kita fokus ke program osis, oke?"
••
Kriigg
Panggilan telepon itu segera Nadia angkat, itu dari Key.
"Halo Key, ada apa?" tanya Nadia di telepon.
"Ketemuan yuk, gue kerumah lo aja deh sekarang, gimana?" tanya Key.
"Jangan..jangan kerumah gue, kita ketemuan dikafe aja lah. Nanti gue sms in alamat kafe nya." ucap Nadia, lalu menutup telepon.
Ia segera bersiap-siap dan memakai baju yang menurutnya cocok ia pakai. Setelah selesai berdandan, Nadia membuka pintu kamarnya perlahan. Ia akan lewat pintu belakang, Nadia masuk kearah dapur dan menjumpai Nicko.
"Lo mau kemana? Udah rapi kayak gini?" tanya Nicko.
"Nadia mau keluar sama temen-temen, dan keluar lewat pintu belakang. Bolehkan kak?" tanya Nadia.
"Sama siapa?"
"Ya sama Key, tau kan temen Nadia yang nama nya Keysia? Yaudah Nadia berangkat."
Nadia memberikan cium pipi, lalu segera pergi lewat pintu belakang. Disisi lain Aldo dan teman-temannya sedang rapat.
"Jadi kayak gitu, siapa yang setuju?" tanya Aldo meminta pendapat.
"Setuju-setuju aja sih." ceplos Syakir.
Kebanyakan dari mereka setuju dengan usulan program baru, dan sebagian tidak.
"Eh itu cewek siapa? Adik lo Al?" ceplos Aril saat melihat Nadia berjalan melalui samping rumah, mereka dapat melihat karena adanya jendela kaca. "Kenalin dong"
"Ya itu adik gue, tapi orang nya pemalu jadi ya gitu deh." ucap Aldo.
••
Tepat di kafe, Nadia lah orang yang datang terlambat.
"Lo terlambat." ceplos Key.
"Ya sorry, tadi ada sedikit trouble, tapi lupain aja. Ini Riko kenapa ikut juga?" tanya Nadia.
"Oh jadi gue gak diharepin nih?" pancing Riko.
"Becanda Rik, sensi amat sih lo kayak cewek pms aja." ucap Nadia.
••
•
•
•
Selamat ya yang berhasil lulus jadi anggota baru osis.🎊
•
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother Twins - [ E N D ]
Teen Fiction#1-nadia #1-hubunganrumit #1-syakir END‼️ (Cerita masih lengkap) Nadia yang memiliki dua kakak laki-laki kembar, suka usil kepadapnya. Kadang ia salah mengira antara Aldo dan Nicko. Namun semua sedikit berubah, ketika kematian salah satu orang tua m...
![My Brother Twins - [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/226425314-64-k495826.jpg)