Sebelum kepulangan Nadia, semua sudah pulang. Jadi Nadia bisa lewat pintu depan rumahnya.
"Habis darimana?" tanya Aldo.
"Em keluar, tadi nemuin Keysia temen Nadia. Yang waktu ditenda itu lo, tadi Nadia udah minta izin ke kak Nicko kok." ucap Nadia.
"O yaudah kalau gitu."
"Em kak, kan udah lama banget gak pergi ke mall. Nadia ingin pergi ke mall, sama kak Aldo dan kak Nicko. Boleh kan?" pinta Nadia. "Sekalian Nadia ingin belanja sesuatu." tambahnya.
"Yaudah, tapi gak minggu ini. Lihat aja kapan kakak bisa." ucap Aldo.
"Ya kok gak minggu ini? Nunggu nya lama dong." ucap Nadia.
Sebenarnya Aldo tak berfikir apakah mereka tidak punya uang? Setiap bulan mama nya dan papa mereka akan selalu mentransfer ke rekening masing-masing, kalian pasti bertanya-tanya tentang papa mereka. Papa mereka masih hidup, tetapi kedua orang tua nya sudah berpisah, jadi papa nya memilih untuk keluar dari rumah itu.
"Kalau minggu ini kakak bener-bener gak bisa, sorry ya. Kakak udah ada janji sama seseorang."
Wajah Nadia kini cemberut, kakaknya Aldo tak bisa menemani ia pergi ke mall. Padahal kan sudah lama mereka tak shopping bareng, menurutnya lebih seru jika bersama kedua kakaknya.
"Kak Al tepatin aja janji nya sama orang lain, permintaan Nadia belakangan aja." ucap Nadia dengan kecewa.
Perempuan itu membalikkan badan, dan berjalan kearah kamarnya, lalu pintu kamar itu ia kunci. Aldo yang mencoba mengejar jadi terhalang oleh pintu kamar itu.
"Nad, bukannya gitu. Tapi kakak udah janji duluan, kalau aja misalnya kamu yang minta duluan, pasti kakak bisa nemani kamu." ucap Aldo diambang pintu.
Sesampainya dikamar, Nadia menggerutu sebal. "Siapa sih yang udah janjian sama kak Al, reseh banget tuh orang."
"Mereka lebih milih ketemuan sama orang lain daripada nemenin gue ke mall. Sakit tau hati gue, karena ditolak."
••
Selai coklat sudah dioleskan dipermukaan roti tawar itu, kedua nya saling bertatapan.
"Nadia belum kesini juga?" tanya Nicko.
"Ya gitu lah, masih ngambek gara-gara salah satu diantara kita gak ada yang bisa nemenin dia ke mall." celoteh Aldo.
"Apa lo gak bisa batalin pertemuan lo untuk minggu ini?" tanya Nicko.
"Ya gak bisa lah Nick, kalau lo bisa gak nemenin Nadia dan batalin pertemuan lo juga?" Aldo membalikkan pertanyaan Nicko.
"Ya.a gue juga gak bisa" jawab Nicko sedikit gagu.
Hingga ucapan si kembar terhenti, mereka merasa lega karena Nadia akhirnya datang sendiri ke meja makan. Nadia mengambil piring dan mengambil nasi dan lauk pauk kedalam piringnya, lalu duduk disana. Nadia sama sekali tak melirik Aldo maupun Nicko, dan fokus agar ia segera menghabiskan makananya.
"Nad" panggil Nicko.
"Hmm" jawab Nadia, tapi pandangannya masih terfokus pada makananya.
"Tentang ke mall." Nadia segera menyahuti ucapan Nicko. "Gak perlu diperpanjang lah kak, urusan Nadia belakangan aja. Kak Aldo sama kak Nicko tepati aja janji sama orang lain, gak perlu mikirin Nadia." ucap Nadia.
"Gak mikirin gimana? Kita tuh mikirin kamu." ucap Aldo.
Nadia mengangkat piring dan gelasnya, bangkit dari duduknya. "Nadia kan bukan prioritas.." ucapnya, lalu berjalan masuk kedalam kamar dengan piring dan gelas minum yang ia bawa.
Pintu kamarnya ia kunci, benar-benar ia tak selera makan di meja makan. "Gue bukan prioritas kan? Ya apa hak gue minta selalu jadi nomer satu." gumamnya.
••
"Selamat kalian menjadi anggota baru, jadi mulai hari ini kita akan menjadi partner satu sama lain. Saya harap kalian bisa saling mengenal dengan kakak senior, dan sebaliknya. Ya hanya ini, kalian bisa berkenalan langsung."
Kini mereka diberikan kesempatan saling mengenal dipertemuan osis.
"Hai Nadia." sapa Syakir.
"Oh iya kak" jawab Nadia.
"Sini aku kenalin sama yang lain."
Syakir mengajak Nadia untuk berkenalan dengan yang lain, Nadia manuruti kemana Syakir akan membawanya. Mereka berhenti di tempat itu.
"Hei Noval!" panggil Syakir.
Noval yang merasa dirinya ada yang memanggil namanya, laki-laki itu menghampiri Syakir. "Kenalan gih." paksa Syakir pada Noval.
Noval mengulurkan tangan kearah Nadia dan berucap. "Gue Noval"
Nadia menerima uluran tangan tersebut. "Nadia."
"Btw sebelumnya gue udah kenal sama Nadia, termasuk Aldo dan Nicko." ucap Noval.
"Hah? Beneran? Ya kalau gitu sih gue gak perlu repot-repot ngenalin ke Aldo sama Nicko." ucap Syakir.
"Iya kak, em kak aku ke toilet sebentar ya." pamit Nadia.
"Oh oke, jangan lama-lama loh." ucap Syakir.
Nadia segera berjalan menjauh ruang osis. Alasan ia ingin ke toilet sebenarnya ia tadi melihat kedua kakaknya berjalan mendekat, ia tak ingin berbicara pada Aldo maupun Nicko.
••
•
•
•
Kira-kira siapa nih yang sudah membuat janji bertemu dengan Aldo dan Nicko minggu ini?
•
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother Twins - [ E N D ]
Novela Juvenil#1-nadia #1-hubunganrumit #1-syakir END‼️ (Cerita masih lengkap) Nadia yang memiliki dua kakak laki-laki kembar, suka usil kepadapnya. Kadang ia salah mengira antara Aldo dan Nicko. Namun semua sedikit berubah, ketika kematian salah satu orang tua m...
![My Brother Twins - [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/226425314-64-k495826.jpg)