Nadia yang sudah menunggu sedari tadi diparkiran sekolah, ia menunggu hingga kedua kakaknya masuk ke mobil, dan mengikutinya.
Setelah sepuluh menit penantian, akhirnya kedua kakaknya masuk kearea parkiran, dan ia melihat Syakir masuk kedalam mobil kakaknya.
"Mau kemana sih, kakak sama perempuan itu?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Nadia mengikuti dari belakang mobil kakaknya yang melaju, hingga ia memberhentikan laju mobilnya di sebuah depan gerbang rumah kompleks. Rumah yang bisa dikatakan lumayan luas.
"Disini? Yaudah deh gue balik kerumah, yang penting udah tau kemana mereka pergi." gumam Nadia.
Perempuan itu melajukan mobil menjauh dari perumahan kompleks itu.
Sedangkan disisi lain, Nicko, Aldo, dan Syakir segera masuk kedalam rumah itu. Didalam rumah itu sudah ada beberapa murid dari SMA Armata, baik itu murid perempuan ataupun murid laki-laki.
••
Setelah mandi, Nadia merasa tubuhnya lebih segar. Diliriknya jam dinding, yang menunjukkan pukul empat sore.
"Gue yakin kalau rumah tadi itu, rumah cewek itu." gumamnya.
Nadia membaringkan tubuhnya diatas sofa yang terletak diruang tengah, ia menghidupkan televisi yang beberapa meter dari hadapannya.
••
"Yaudah Syakir, kita pulang duluan. Thank semua ini" ucap Aldo.
"Iya, hati-hati dijalan"
Kedua orang itu segera masuk kedalam mobil, Aldo lah yang menyetir mobil itu. Setelah sekitar lima belas menit, mobil itu sudah berada dihalaman rumah mereka. Kedua nya turun dari mobil dengan perasaan senang, Nicko segera membuka pintu rumah depan.
"Sayang, kami pulang!" teriak Nicko.
"Babe!" panggil Aldo.
Kini keduanya melepas sepatu yang masih mereka kenakan, setelah terlepas mereka berjalan masuk.
"Babe!"
Setelah masuk ke dalam rumah, yang mereka lihat pertama ialah televisi yang hidup, baru mereka melihat Nadia yang tertidur disofa.
"Jam segini sudah tidur aja" celetuk Aldo.
"Udah, biar gue aja yang urus Nadia. Lo mandi gih, ntar gantian sama gue." ucap Nicko.
"Yaudah"
Aldo berjalan masuk kedalam kamarnya, sedangkan Nicko mendekat ke sofa itu.
"Sayang" Nicko menepuk pelan pipi Nadia, agar adiknya itu terbangun.
Namun, seperti hal itu tak mempan. Nicko menyerah akan hal itu, ia lebih memilih untuk menggendong Nadia, lalu membaringkannya ditempat tidur.
Nicko segera melakukan apa yang ada dipikirannya sekarang. Digendongnya tubuh Nadia sampai di kamar tidur perempuan itu, dibaringkannya tubuh Nadia diatas tempat tidur.
"Huh lumayan berat juga, kapan gue terakhir gendong Nadia?" Nicko kini berfikir kapan terkhir ia menggendong adiknya itu. "Waktu Nadia kelas enam sd, kan? Udah lama banget, dan berat badannya juga semakin bertambah. Ah gue ngomong apa sih." gumamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother Twins - [ E N D ]
Novela Juvenil#1-nadia #1-hubunganrumit #1-syakir END‼️ (Cerita masih lengkap) Nadia yang memiliki dua kakak laki-laki kembar, suka usil kepadapnya. Kadang ia salah mengira antara Aldo dan Nicko. Namun semua sedikit berubah, ketika kematian salah satu orang tua m...
![My Brother Twins - [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/226425314-64-k495826.jpg)