empat puluh tujuh

325 16 0
                                        

Happy reading guys 📖📖

Sinar matahari itu tepat masuk kedalam ruangan kamar Nadia, membuat perempuan itu sudah tidak bisa lagi beralasan tidur. Juga sudah waktunya bersiap-siap sekolah. Ia memposisikan duduk, dan wajahnya ia tumpu ditangan. Ia melihat tangan nya hasil goresan tersebut, sekitar 5 cm panjangnya.

"Apa yang gue lakuin kemarin? Hanya demi cowok?" Gumamnya.

Ia berjalan kearah kamar mandi, tangannya meraih handuk. Ia segera mandi. Sekitar lima belas menit ia selesai mandi, dan keluar sudah memakai baju seragam sekolahnya, dan ia hanya merapikan saja. Ia juga memakai bedak dan pelembab bibir dan meraih tas sekolahnya. Lalu berjalan kearah meja makan.

Disana kedua kakaknya sudah memulai sarapan rupanya, ia langsung saja bergabung disana.

"Morning, beb" ceplos Aldo.

"Morning" sahut Nicko.

"Iya kak, morning juga"

Nadia segera ikut duduk, dan meraih sebuah roti, lalu mengoleskan selai.

"Kira-kira kemarin yang kekamar gue kak Al atau kak Nicko?" batin Nadia, sambil menatap kedua kakaknya.

Oh iya btw Nadia memakai jam tangan ditangan kirinya buat nutupi goresan kemarin juga.

Ia bingung dengan siapa yang kemarin kekamarnya? Karena pada saat itu Nadia benar-benar tidak menamatkan wajah kakaknya atau apapun yang menunjukkan itu Aldo atau nicko..

"Eeem kak, siapa yang kemarin dateng kekamarku? Kak Aldo atau kak Nicko?" tanya Nadia dengan sedikit gugup.

"Hah kekamar kamu? Lo ya Nick? Soalnya gue enggak kekamar Nadia sama sekali kemarin." ucap Aldo.

"Iya gue, ada apa Nad?" tanya Nicko.

"Makasih ya kak, udah bantuin bersihin kamar" ucap Nadia, ia ingin menutupi apa yang terjadi dari Aldo.

"Iya, tenang aja" ucap Nicko.

••

"He Nad, enggak biasanya Lo pakai jam tangan" ceplos Riko.

"Iya nih, kenapa?" Sahut Keysia membenarkan.

Keysia meraih tangan Nadia, perempuan itu langsung meraih kembali tangannya.

"Apaan sih kalian berdua ini, enggak jelas banget" cerca Nadia kepada kedua orang itu.

"Yaampun, jutek amat Lo Nad" ucap Keysia sambil menunjukkan ekspresi manyun

"Diem deh kalian, gue lagi males ngomong"

••

"Al gue minta lo perhatiin Nadia nanti pas udah pulang sekolah" ucap Nicko

"Kenapa?"

"Kayaknya Nadia tuh ada masalah akhir-akhir ini, jadi Lo juga harus awasin dia. Gue takut ada hal yang macem-macem, pahamkan?" tanya Nicko.

"Hhmm iya, gue juga ngerasa kalau Nadia ada sesuatu yang ia tutupi dari kita" ucap Aldo membenarkan.

••

Setelah pulang sekolah ketiganya langsung pulang, dan sesampainya di rumah mereka makan bersama dimeja makan. Entah Aldo maupun Nicko kini sama-sama makan sambil sesekali melihat Nadia. Tentu Nadia risih dengan hal itu.

"Kok kakak lihat aku kayak gitu? Ada apa?" ceplos Nadia mengurungkan menyuapkan makanan tersebut kedalam mulutnya.

"Enn..enggak kenapa-kenapa kok, kan cuman lihat aja" ucap Nicko.

"Ada yang mau kalian omongin ke Nadia?" tanya Nadia menatap kedua kakaknya.

"Enggak kok, udah lanjutin makannya" ucap Aldo.

••

Tok..tok..tok

Krrieet

Nicko lah orang yang mengetuk lalu membuka pintu tersebut secara perlahan. Disana ia dapat melihat Nadia yang sedang menulis di meja belajarnya didalam kamar itu. Ia berjalan mendekat, ikut duduk dikursi yang kosong itu tepat disamping Nadia.

"Hai babe, lagi apa?" tanya Nicko bersikap biasa.

"Ngerjain pr, ada apa kak kok kesini?" tanya Nadia.

Perempuan itu masih fokus dengan buku yang dihadapannya dan menulis. Nicko melirik apa yang ditulis Nadia, yang diucap adiknya itu benar, dibuku itu hanya ada sebuah tulisan materi bahasa Indonesia.

"Em apa kakak mau tanya soal kemarin?" Ceplos Nadia.

Ia meletakkan pensilnya, dan mengalihkan pandangannya kearah Nicko.

"Jangan bilangin ke papa ya kak, aku mohon" ucap Nadia.

"Kakak enggak akan bilang ke papa, kalau kamu jelasin kenapa kemarin sampai gores pergelangan tangan kamu?" ucap Nicko.

"Aku enggak bisa jelasinnya kak" ucap Nadia.

Perempuan itu kembali mengalihkan pandangannya kepada buku dihadapannya, ia mulai menulis lagi diatas kertas tersebut.

"Maksudnya?" tanya Nicko.

"Tau deh kak, aku mau ngerjain tugas, mending kak Nicko keluar aja" ucap Nadia.

"Ngusir kakak nih?" tanya Nicko.

"Ya enggak tapi kalau kak Nicko nanya-nanya tentang kemarin, mending keluar aja dari kamarku"



Ikutin cerita selanjutnya yang lebih seru😉
Author juga minta maaf nih, soalnya ngupload lama ya? Iya karena saya belakangan sibuk, dan tidak sempat meng-upload. Sekali lagi minta maap

My Brother Twins - [ E N D ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang