Pintu kamarnya terbuka lebar, ia merasakan seseorang masuk kedalam kamarnya. Ia memalingkan wajahnya dari laki-laki yang berdiri diambang pintu. Lama lama laki-laki itu berjalan mendekat kearahnya dan ikut duduk dilantai berada disampingnya.
"Kamu gak lagi marah sama kakak kan?" tanya nya.
Aldo tak mendapat jawaban dari adiknya itu. "Hmm, jawab dong." ucapnya lagi.
Aldo memegang wajah Nadia, agar Nadia menatap kearahnya. Meskipun wajah mereka saling bertemu, namun mata Nadia sama sekali tak melirik kearah Aldo. Aldo mengeluarkan sesuatu dari kantung jaketnya. Dua batang coklat.
"Kakak suapin ya."
Aldo membuka bungkus coklat itu, dan mulai menyuapkan coklat itu menuju mulut Nadia yang tertutup.
"Ayo aaa"
Nadia segera menepis coklat yang berada dimulutnya. "Ck udahlah kak, pergi aja sana. Temuin Anita, gak perlu kesini." ucap Nadia dengan ketus.
"Mau gak mau kita itu harus bisa nerima Anita, bagaimana pun juga kebenarannya Anita itu anak mama juga." ucap Aldo dengan perlahan.
Ia harus perlahan-lahan menjelaskan ke Nadia, agar perlahan-lahan juga Nadia bisa menerima kehadiran adik kecil mereka.
"Ya emang anak mama kak, tapi dia tuh bukan anak papa. Nadia gak suka." ucap Nadia.
"Meski pun beda ayah, kita sama Anita itu masih ada hubungan darah Nadia. Dia itu adik kita, kamu harus bisa mulai nerima kenyataan itu." ucap Aldo.
"Ini sekarang makan coklat nya, keburu leleh." ucap Aldo.
"Yaudah sini." Nadia meraih hanya satu batang coklat saja.
"Terus yang ini?" tanya Aldo.
"Ya, kak Aldo makan." ucap Nadia.
••
Ting..tong..ting..tong
Nicko segera membuka pintu itu, dan dilihatnya Syakir berada disana.
"Hai" sapa Syakir.
"Em hai, kok kamu disini? Ada apa Kir?" tanya Nicko.
Namun sebelum Syakir menjawab, rupannya Nadia keluar dari kamarnya dan menghampiri ia di ambang pintu rumah. Lalu tanpa ada apa-apa, Nadia melingkarkan tangannya pada lengan Nicko, lalu menempel dibadan Nicko. Sedangkan Syakir yang berada disana melihatnya dengan terkejut. Nadia sama sekali tak mengetahui kehadiran Syakir yang berada didepan pintu rumah yang terbuka.
"Nad..hei" bisik Nicko mencoba melepaskan tangan Nadia yang melingkar itu.
"Ada apa sih kak." ucap Nadia yang mendongakkan kepala kearah Nicko.
Tapi Nicko malah memberik kode agar Nadia segera melihat kearah depan rumah, namun tak kunjung dilihat Nadia.
"Kakak mau pergi? Jangan pergi, udah jam segini lo." ucap Nadia.
"Hhkmm" dehem Syakir.
Mendengar seseorang berdehem, Nadia menyadari jika ada orang lain yang melihat itu. Ia segera berdiri tegak, dan melihat kearah pintu. Senior perempuan itu yang dilihatnya, wajahnya langsung sebal.
"Ngapain sih kak Syakir kesini, padahal udah jam delapan. Dasar cewek ganjen." batin Nadia.
"Oh kak Syakir" ucap Nadia sedikit meremehkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Brother Twins - [ E N D ]
Fiksi Remaja#1-nadia #1-hubunganrumit #1-syakir END‼️ (Cerita masih lengkap) Nadia yang memiliki dua kakak laki-laki kembar, suka usil kepadapnya. Kadang ia salah mengira antara Aldo dan Nicko. Namun semua sedikit berubah, ketika kematian salah satu orang tua m...
![My Brother Twins - [ E N D ]](https://img.wattpad.com/cover/226425314-64-k495826.jpg)