empat puluh delapan

318 18 1
                                        

Happy reading guys 📖📖


"Noval, sampai kapan gue jadi pacar pura-pura lo hah?" ucap Carlin.

Perempuan itu duduk bersandar pada punggung Noval, dan sebaliknya Noval juga bersandar dipunggung Carlin.

"Entah, lihat aja sampai kapan" ucap Noval sambil bermain game di gadgetnya.

"Tau gini gue ogah" gumam Carlin.

"Hmm" sahut Noval.

Carlin yang muak dengan tanggapan Noval yang datar membuatnya tidak menyandarkan punggungnya dipunggung Noval, sehingga laki-laki itu terjatuh.

"Astaga, loh apa-apaan sih Car, gue lagi main game juga" ceplos Noval.

"Lo sih gue ajak ngomong jawabnya cuek amat, yaudah gue disini enggak Lo butuhin kan? Yaudah gue pulang aja" ucap Carlin.

Perempuan itu bangkit dan meraih tas mungilnya diatas meja bundar itu, sebelum pulang ia melirik ke Noval, tidak ada tanda-tanda Noval akan bangkit dan mengantarkannya pulang.

"Val gue pulang!"

"Val!"

"Dasar, Lo enggak ada niatan nganterin gue gitu?" ceplos Carlin.

Tapi Noval malah fokus ke game yang berada di gadgetnya, dan malah mengucapkan "udah pulang aja kalau enggak betah disini"

Carlin menghembuskan nafas panjangnya, ia melangkah mendekat kearah Noval. Ia meraih ponsel milik Noval, disembunyikannya dibelakang tubuhnya. Ia menjewer telinga Noval dengan keras.

"Kak..kak iya, tolong lepasin! Gue anterin pulang kerumah" ucap Noval sambil kesakitan di telinganya.

"Dasar Lo ya adik gak tau terima kasih" ceplos Carlin.

"Ya sorry, Lo kan kakak sepupu gue sih, jahat amat sih" ceplos Noval.

Kalian mengerti? Mereka ternyata saudara sepupu, diluar prediksi. Apa yang akan terjadi jika semua tau akan kebenaran ini?

••

"Tante, ini nganterin kak Carlin pulang" ucap Noval kepada orang tua Carlin.

"Adik kakak kompak, kalian habis darimana?" Tanya wanita paru baya itu.

"Kerumah Noval ma" ucap Carlin.

Perempuan itu kini menatap Noval. "Makasih udah nganterin, Lo pergi gih" usir Carlin sedikit berbisik.

"Carlin... Ajak masuk dulu Noval, masak cuman nganterin kamu terus pulang gitu aja?" ucap mama nya.

"Gausah Tan, Noval juga mau pulang kok. Titip salam buat om aja" Noval mencium telapak tangan wanita paru baya tersebut, lalu kembali menuju mobilnya dan melaju.

••

"Gimana ya kabarnya Nadia, apa gue telepon? Besok hari Sabtu dan libur, pasti enggak akan ketemu. Ah gue telepon aja deh" gumam Noval.

Laki-laki itu mencari nama Nadia di kontak teleponnya, setelah menemukan ia menghembuskan nafas panjang. Lalu menekan tombol berwarna hijau tersebut, telepon itu bergetar.

"Ayo Nad, angkat telepon gue"

"Pliss angkat"

••

"Nadia mana ya kok gak kesini" ucap Aldo.

Ia bangkit dari sofa tersebut, berjalan mengarah kekamar Nadia. Pintu kamar adiknya itu terbuka sedikit, ia mengintip dari celah itu. Sama sekali tak menemukan Nadia berada didalam kamar, ketika ia akan membalikkan badan, Aldo mendengar dering ponsel dari dalam kamar itu.

Drrt

Laki-laki itu membuka pintu kamar, dan berjalan masuk. Mencari keberadaan ponsel tersebut. Ia menemukan ponsel tersebut diatas selimut, diraihnya.

"Siapa sih yang nelpon" gerutunya.

Aldo melihat nama si penelpon, dahinya langsung berkerut.

"Ngapain Noval nelpon Nadia coba?"

Aldo mengangkat telepon tersebut, ia menunggu ucapan Noval terlebih dahulu.

"Halo Nad" ucap Noval membuka pembicaraan

"Astaga, diem-diem lu nelpon Nadia rupanya" ceplos Aldo.

"Hah? Lo Nicko?" tanya Noval.

"Aldo, ada perlu apa Lo sampai nelpon adik gue?" tanya Aldo to the point.

"Em apa ya, gue lupa nih. Kalau udah inget gue hubungin lagi, bye Al." Ucap Noval mengakhiri telepon.

Tut..Tut..Tut

Aldo tersenyum masam, ia mengembalikan ponsel itu ketempat semula. Lalu segera keluar dari kamar Nadia. Kembali mencari keberadaan adik perempuannya.




Cerita selanjutnya? Tentu untuk kalian

My Brother Twins - [ E N D ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang