tiga puluh lima

495 23 0
                                        

Happy reading guys 📖📖



"Btw, Noval yang kasih tau kita" ucapan kakaknya masih terngiang diotaknya.

Apakah Nadia harus berterimakasih berkat seniornya itu, kedua kakaknya mengetahui hal sebenarnya. Tetapi ia bingung bagaimana cara ia berterima kasih pada Noval?

"Kalau ucapan doang, udah biasa. Gue mau yang istimewa, em apa ya?"

Mulutnya segera tertutup ketika mata nya menangkap kehadiran orang yang ia maksud, ya Noval tak sengaja lewat disana. Tanpa pikir panjang, Nadia segera menghampiri Noval.

"Kak!"

Tentu saja laki-laki itu menoleh dalam keramaian, dengan tepat Noval menangkap jika suara yang memanggilnya adalah Nadia. Feeling ya dibenarkan dengan Nadia menghampirinya.

"Ada apa?" tanya Noval.

"Makasih"

Noval tak mengerti dengan kata 'makasih' yang diucapkan juniornya ini, untuk apa Nadia berterimakasih?

"Untuk?"

"Em kak Noval udah cerita hal yang kemarin sama kak Al, dan kak Nicko" ucap Nadia.

Senyum lebar segera menghiasi wajah tampan Noval. Mungkin kalau siswi lain yang berada dihadapan Noval sekarang pasti sudah baper melihat senyum maut milik Noval, sedangkan Nadia malah sebaliknya, ia tak merasakan apa-apa ketika melihat senyum Noval.

"Oh itu, santai aja lah. Gimana? Kalian udah baik kan?" tanya Noval.

"Yup, itu juga berkat kak Noval."

"Ah syukur deh kalau gitu, gue ikut seneng lihat lo seneng juga..upps!" Noval dengan cepat menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan nya.

Sedangkan Nadia mencoba menangkap suara Noval barusan adalah kenyataan. "Tadi kak Noval bilang ikut senang kalau aku senang?" tanya Nadia dengan sedikit berhati-hati.

"Enggak..enggak gitu, maksud gue ya....ah lupain aja"

Kini Noval salting dengan ucapannya sendiri, entah kenapa ia bicara kacau seperti ini. "Emm lo mau kemana? Gue anter aja" tawar Noval.

"Pu..Lang kak, kayaknya gak perlu dianter, kan aku bisa pulang sendiri." ucap Nadia.

"Aldo? Nicko? Mereka kemana?"

"Em ntah lah, tapi aku bisa pulang sendiri kok" ucap Nadia.

Bahkan Nadia tak tau kenapa kedua kakaknya itu sudah meninggalkan nya pulang sekolah, tidak seperti biasanya.

"Udah sama gue aja, ayo!" Noval menggenggam tangan Nadia, mereka menuju parkiran sekolah.

Tepat didepan mobil milik Noval, laki-laki itu membukakan pintu untuk Nadia, setelah Nadia masuk mobil, baru dirinya masuk. Nadia merasakan aura berbeda dari laki-laki ini, tapi ia tak tau pasti kenapa pikirannya seperti itu. Dengan santai Noval mengemudikan mobil itu.

"Sebenernya Lo punya pacar enggak sih Nad?"

Pertanyaan Noval membuat Nadia menatap kearahnya. "Enggak punya sih, emangnya kenapa kak? Kak Noval mau jadi pacar aku?"

Jllebb!!!!

Itu bagikan bom ultimatum, tak sengaja Noval menginjak rek sehingga mobil itu berhenti mendadak, tak berselang lama Noval mengemudikan lagi.

"Bercanda kak, jangan berhenti mendadak kayak tadi dong, ngagetin."

Tawa kecil Nadia pecah, Noval menunjukkan wajah seakan kesal kearah Nadia.

My Brother Twins - [ E N D ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang