ruang gelap dadaku

151 14 0
                                    

aku menjinjing kepalaku menuju ruang bawah tanah
menyeret degup yang remuk setelah meneguk kepergian
mengantongi wajahmu yang lugu serupa pucat malam
lalu merebahkannya di ingatan paing dalam

dan jam dinding mulai kehilangan dentingnya
warna matamu memudar tetapi baumu masih menggelayar
tak ada yang meniup debu-debu dari buku dongeng yang membaca kisahnya sendiri
tak ada lagi yang menyahuti tanda tanya yang liar di kepala

di dadaku, yang tersisa hanyalah malam-malam yang menguburku dalam kesepian
memasang nisan di tubuhku sendiri,
menabur bunga di jalanan kota yang tak pernah kehilangan kita
tentangmu adalah luka-luka yang kujahit rapi, sampai tak sadarkan diri

apa yang bisa kupeluk selain sebuah nama?
sedangkan kau tertidur pulas selepas peperangan panjang
semalaman aku terjaga
dan tidak pernah berhenti mengunjungimu

(2021)

Yang Tumbuh dari KesepianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang