kemarin aku merekam percakapan
kita di ruang tamu. kau yang datang
dari kota tertawa panjang sambil
terus menatap mataku. sesaat kutemukan
seseorang yang lain di matamu.aku terbunuh di tempat yang juga
pernah menghidupkanku. dan kini
aku terbunuh lagi sebab kuputar kau
bersama ingatan-ingatan yang datang
sebelum petang.(2021)
—j.j. ehak

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PoetryTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk