ingin kusampaikan banyak hal
sebelum malam semakin jauh.
sambil menyanyikan sabda-sabda
lalu sebelum petang mengambil
pertemuan. di musim yang lusuh,
rindu kian geluh, dan napas-napas
pias diburu waktu.aku adalah palang pintu yang
menolak menguncikan diri.
menunggu kau yang seperti
pelancong singgah di pintu-
pintu lain. sedang pintu lapuk
tak pernah kaujamah. sampai
basah aku menahun.dan aku telah karat lebih awal,
disapu hujan hari ke hari di
depan rumah. menghabiskan
mimpi dan musim-musim yang
basah di bawah lampion yang
sebentar lagi menyiarkan
perayaan akhir tahun.di musim yang lusuh, mataku
menghabiskan jatah air tubuh
sebab hari ini menemukan tubuhmu
bersimbah peluk tubuh lain.(2021)

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PoetryTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk