tak ada bahasa; kesunyian mengepung
dari segala arah mata angin. aku menyusuri
lekuk tubuh kertas, lalu menuliskan aroma
hujan —sedikit basah. bolehkan kucampur
arak dan kehampaan di gelas yang jenuh?...

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PoetryTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk
tak ada bahasa
tak ada bahasa; kesunyian mengepung
dari segala arah mata angin. aku menyusuri
lekuk tubuh kertas, lalu menuliskan aroma
hujan —sedikit basah. bolehkan kucampur
arak dan kehampaan di gelas yang jenuh?...