tubuh tabah menengadah untuk
teriakan paling sunyi
aku menjadi rimpuh dan mandi air tubuĥku
soal segala rimpang yang tak rampung-rampunghening membuat malam semakin basah
tumpah
ruah
riuh
oleh doa-doa yang sakit
yang tak bisa lebih panjang dari isak
sudah telan sajalah!
dunia sudah sialan
ingin mengumpat
tetapi takut doa ditolakaku merayu tubuhku agar patuh
segera pulang kepada doa-doa panjang
aku merayu tuhan untuk tetap
mengelus tulang-belulangku hingga patah
sampai kembali ke tanahdoa tengah malam jangan menjauh
meski bohong
bolong
ompong
tak ada yang lebih sialan dari hiruk-pikuk dunia selain
hilangnya doa-doa
dan keyakinan yang kabur entah ke mana(2021)

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
ŞiirTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk