semua hal diciptakan perihal alasan.
seperti jantung pada tubuh puisi;
seperti darah pada kelopak mawar;
seperti warna pada wajah awan;
seperti jarak pada huruf-huruf.
meski lumut pada lokan;
hirta pada buluh,
kita masih mengeja dan terbata-bata;
untuk apa?rumah-rumah diciptakan oleh petualang
untuk pulang. jarak menjadi riwayat
perjalanan rindu dari rahasia dadaku
kepada pertanyaan di bibirmu. rindu
diselamatkan oleh pertemuan. doa
menjadi bahasa paling puisi.
kau dan aku diciptakan untuk
menjahit kata silang agar saling.namun mencintaimu, atas alasan
apa aku mampu menerjemahkan itu?(2021)

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PoetryTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk