ketika ia dewasa, kemudian menulis puisi,
barangkali tangis-tangis bayi dapat berubah
menjadi lolongan serigala di malam hari; yang
menggangu tidur, yang menggertak dada,
yang membuatnya menangis sendirian di
bagian tergelap ruangnya.barangkali nyanyian murni hanyalah dongeng
masa kecil yang pernah ia dengar, sedangkan
kini wajahnya penuh titik hitam dan tanda seru.
lalu kertas-kertas yang berlumur tinta itu adalah
hasil pergulatannya dengan masa lalu.(2021)
KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PuisiTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk