sebelum jejak-jejak kautanam, ia adalah
titik sunyi yang mencari-cari keberadaan;
di sudut ruang, di jalanan kota yang riuh,
di daun jendela yang kehilangan teman
bercerita. sunyi dan ia adalah sepasang
—luka, liku, candu.betapa muram wajah-wajah puisi yang
digulung sunyi. ia tak menangis,
lehernya mengendur dipijat sunyi. ia
tak gembira, langit berjelaga di palung
matanya...
(Selengkapnya bisa dibaca dalam buku "Yang Tumbuh dari Kesepian")
(2021)

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PoetryTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk