malam ini kau mengajak seluruhku menemui perihal kau dan dia di bawah lampu yang tubuhnya bercahaya, aku melihatnya di dalam matamu. ia merayakan kemenangan sambil meneguk anggur dari bibirmu. jangkrik dan belalang hitam mengejekku yang menyembunyikan debar di balik percakapan.
aku mendengar seseorang menangis di dalamku sambil membalut bilur yang belum sembuh. suara lelaki dalam kepalaku ikut menangis sambil menyanyikan lagu sendu.
wajahmu buah delima -memerah di sampingku. aku melihat warna merah muda di seluruh tubuhmu. entah kenapa, mendung mulai bergelayut di pundak, wajah, juga mataku.
museum yang aku bangun begitu apik runtuh. buku-buku yang penuh bahasa darimu basah oleh air dari seluruh tubuhku. kita hanyalah dongeng dalam hening, sesaat kau menemui ia sebagai bagian dari dirimu.
;sekali lagi, aku hancur
2021
j.j.ehak

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Tumbuh dari Kesepian
PoetryTELAH TERBIT mencintaimu adalah mencintai takdir biarpun harus kehilangan. mencintaimu adalah mencintai kegamangan di dasar diriku yang paling kelam. namun, kepadamu aku selalu tumbuh, duduk, dan menetap. -j.j. ehak | @ruangehk