-🔓-
Chryssa sedang duduk bersantai di salah satu bangku yang ada di taman. Sesuai janji Draco beberapa hari yang lalu, Draco tak pernah benar-benar meninggalkan Chryssa sendirian. Dia pasti akan selalu mengajak Chryssa kemanapun Draco pergi. Latihan Quidditch, mengerjakan laporan prefek, melapor pada Umbridge, membaca buku di perpustakaan, dan semua kegiatan keseharian Draco.
Draco tak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Chryssa. Seperti sekarang, Draco masih sibuk menggenggam tangan Chryssa padahal ia sedang menulis tugas ramuannya. Jangan tanyakan bagaimana tugas Chryssa, dia tentu sudah mengerjakannya, tapi ia masih menunggu tugas Draco untuk ia bandingkan dengan tugasnya.
"Mate, bisakah kau geser sedikit tanganmu?"
Draco tak menghiraukan ucapan Theo yang duduk di seberangnya.
"Drake"
Panggil Chryssa lembut yang langsung dihadiahi senyuman dari Draco sebagai respon.
"Dad Lucius tentu mengajarimu sopan santun jika ada seseorang yang berbicara padamu bukan?"
Tanya Chryssa yang sudah tak sabar dengan sikap Draco.
Draco menghela nafasnya dan menoleh ke arah Theo, "Apa yang kau katakan tadi?" tanya Draco masih dengan wajah datarnya.
"Tanganmu bisa permisi sedikit, aku tak bisa melihat jawabanmu"
Theo tersenyum lebar ke arah Draco.
Draco mengangkat sebelah alisnya lalu mendelikkan bahunya.
"Drake"
Tegur Chryssa yang melihat respon Draco.
"Oke, fine"
Draco memindahkan tangannya yang menggenggam tangan Chryssa dari atas perkamennya ke dalam saku jubahnya.
"Hei!! Apa yang kau lakukan"
Chryssa protes pada Draco yang seenaknya memasukkan tangannya ke dalam saku setelan hitam-- always -- Draco.
"Kau kedinginan, aku tau itu"
"Aku tidak kedinginan, Drake"
Chryssa akui di tengah musim gugur seperti ini, suhu udara memang perlahan menurun, tapi Chryssa jujur saat mengatakan dia tidak kedinginan. Udara masih terasa cukup hangat.
"Kalau begitu anggap saja bayaran"
"For what?"
"Aku sudah bersedia memindahkan tanganku"
Mulut Chryssa langsung menganga, dahinya juga langsung mengerut, hanya karena Chryssa meminta Draco mendengarkan Theo, sekarang yang harus membayarnya Chryssa? Oh, ayolah, Drake. Kalaupun ada yang harus membayar aksi dermawanmu itu adalah Theo.
Draco hanya tertawa kecil melihat ekspresi Chryssa, lalu ia melanjutkan kegiatannya mengerjakan tugasnya.
"Untung Prof. Snape tak memberi tugas praktik, mungkin aku akan pingsan saat itu juga"
Pansy mengomel sambil tetap menyalin tugas Chryssa.
Chryssa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Pansy yang menyalin tugasnya dengan sangat semangat.
"Aku tidak akan membuatnya sama persis dengan punyamu, Chryssa. Tenang saja"
Entah sudah berapa kali dia mengatakan hal itu. Rasanya Chryssa sudah bosan mendengar kalimat yang baru saja Pansy ucapkan.
"Cukup mengatakannya sekali saja, Pans"
Pansy mengangguk-anggukkan kepalanya pelan sambil tetap menyalin tugas Chryssa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amigdala
Fantasy[𝙳𝚛𝚊𝚌𝚘 𝚡 𝚘𝚌] [𝚃𝚑𝚒𝚛𝚍 𝚢𝚎𝚊𝚛] ᶜʰʳʸˢˢᵃᵐⁱˡᵃ ᴮʳⁱˢⁱᵃ ᴳʳᵉᵉⁿᵍʳᵃˢˢ, ˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵍᵃᵈⁱˢ ᵖᵘʳᵉᵇˡᵒᵒᵈ ᵈᵃʳⁱ ᴳʳᵉᵉⁿᵍʳᵃˢˢ ᶠᵃᵐⁱˡʸ. ᴷᵃˡᵃᵘ ᵏᵃˡⁱᵃⁿ ᵇᵉʳᵗᵃⁿʸᵃ ᵃᵖᵃ ʰᵘᵇᵘⁿᵍᵃⁿⁿʸᵃ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᴰᵃᵖʰⁿᵉ ᵈᵃⁿ ᴬˢᵗᵒʳⁱᵃ, ᵐᵉʳᵉᵏᵃ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ˢᵉᵖᵘᵖᵘⁿʸᵃ. ᶜʰʳʸˢˢᵃ ˡᵉᵇⁱʰ ˢᵉʳⁱⁿᵍ ᵈⁱᵖᵃⁿᵍᵍⁱˡ ˢᵃˢᵃ ᵒ...
