Empat Belas

2.2K 282 59
                                        

Guysss!!!!!!

Akuuuuu kembali:)

Sudahlah.

Baca part 14 aja nih!!

-🔓-

"Bawa dia, bawa dia, jauhkan dia dari semua ini----" ucap seorang wanita yang berambut coklat.

"Jaga dia Lucas, jaga dia untukku" ucap seorang laki-laki berambut hitam pekat.

"Cepat lari!!" teriak laki-laki itu lagi.

"Avada Kadavra"

Cahaya hijau memancar sangat terang.

"Aaaaaaa" Chryssa terbangun dari tidurnya.

Plup

"Kenapa, nona?" Larry yang mendengar suara teriakan Chryssa langsung datang mengecek keadaannya.

Chryssa menggeleng, "Aku tidak mengerti, Larry. Ini sangat mengerikan" ucap Chryssa. Wajahnya menunjukkan ekspresi sangat ketakutan.

Apa maksud mimpi tadi? Siapa wanita berambut coklat? Dia sangat mirip denganku-batin Chryssa.

Chryssa tidak mengerti apa maksud mimpi itu. Kenapa laki-laki itu menyebut nama fathernya--Lucas--. Perlu di ingat lagi, Chryssa tinggal bersama mum and dad--paman dan bibinya-- dan ia sudah lama tidak bertemu dengan kedua orang tuanya--Mother and Fathernya--.

"Baik-baik saja, nona?" tanya Larry.

"Aku hanya sedikit bingung, Larry. Tapi aku tidak apa-apa, kau boleh melanjutkan istirahatmu" ucap Chryssa.

"Ah, Larry rasa Larry akan menemani nona dulu disini sampai nona tertidur" ucap Larry.

"Kalau begitu, terima kasih, Larry" ucap Chryssa yang langsung membaringkan tubuhnya bersiap melanjutkan tidurnya.

Besok pagi bisa kupikirkan lagi-ucap Chryssa dalam hati

~🌸~

"Sasa, tasmu masih di kamar?" tanya Daphne.

"Sudah aku bawa kebawah Daph" jawab Chryssa

"Pansy!!!!" Teriak Daphne.

Pansy berlari menaiki tangga.

"Kau di panggil mum, Chryssa" ucap Pansy saat berpapasan dengan Chryssa.

"Yes, mum. Aku ke bawah" Ucap Chryssa yang langsung melangkahkan kaki ke lantai pertama.

"Sasa, kau tau Daphne ceroboh, jadi mum menyerahkan semua urusan makanan padamu" mum berpesan sambil mengepak berbagai jenis makanan ke dalam sebuah wadah.

Chryssa hanya mengangguk setuju.

Krek

Terdengar suara retakan kecil dari depan rumah.

Tuk

Tuk

Tuk

"Buka pintu, Sasa. Itu pasti mereka" perintah mum.

Sasa berjalan ke arah pintu dan membukanya. Tampak di luar sana 3 bocah laki-laki dengan wajah menyebalkan mereka.

"Hei, Mila" sapa bocah berambut pirang yang langsung mendekat bermaksud ingin memeluk Chryssa.

"No, Draco. Ayo masuk Blaise, Theo" Chryssa mundur beberapa langkah dan mempersilahkan teman-temannya masuk.

"Kau tidak mengajak ku masuk, Mila?" tanya Draco dengan tatapan kesalnya.

AmigdalaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang