-🔓-
"Chryssa, Cepat keluar!! Draco akan menghancurkan seisi common room jika kau tidak juga keluar" seru Pansy dari luar kamar mereka.
"Bilang padanya, tunggulah sebentar lagi" teriak Chryssa.
"Mila, keluar sekarang atau aku akan mendobrak pintu ini, dan mengurungmu didalam sana, dan kurasa itu artinya kita tidak perlu menonton per--" ucapan Draco terputus.
Chryssa membuka pintu kamarnya sambil meletakkan sebelah tangannya di pinggang. Chryssa menatap ke arah Draco malas.
"Ayo" ucap Chryssa.
"No!!" seru Draco saat melihat Chryssa menggunakan rok yang panjangnya di atas lutut.
"Jangan coba-coba turun ke common room dengan tampilan begini!" ucap Draco sambil mendorong Chryssa masuk ke kamar lagi.
Draco masuk dan menutup pintu kamar.
"Ganti rokmu, Mila" ucap Draco.
"Drake.."
"No, Kau harus mengganti rok mu"
Draco berjalan ke arah lemari Chryssa. Draco mencari-cari bawahan yang lebih tertutup.
"Kau pakai ini" ucap Draco sambil menunjukkan jogger berwarna hijau Army kepada Chryssa.
"Dan.. pakai ini, kaosmu terlalu ketat" ucap Draco sambil menunjukkan Hoodie hitam Draco yang masih ada di lemari Chryssa.
"Draco Lucius Malfoy!! Aku sudah berjanji memakai kaos berwarna senada dengan Pansy dan Daphne" protes Chryssa.
"Tak apa, mereka memakai hijau dan kau hitam, itu senada" ucap Draco santai.
"Draco, aku ragu matamu baik-baik saja" Chryssa mengkerutkan dahinya.
"Sudahlah, cepat ganti pakaianmu" ucap Draco sambil menyerahkan Hoodie dan jogger yang di ambilnya dari lemari Chryssa.
Chryssa mendengus kesal, tapi akhirnya ia hanya bisa menurut.
Setelah beberapa menit, mereka berdua keluar dari kamar dengan Chryssa yang memakai pakaian pilihan Draco.
"I'm Sorry, Pans. Draco mengacaukan segalanya" ucap Chryssa pada Pansy yang menunggu mereka di depan pintu.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa jika Mlafoy sudah memerintah, jadi, tak apa" ucap Pansy sambil memperhatikan Draco yang sudah melangkahkan kaki menuruni tangga.
"Kau sangat tau itu" ucap Chryssa sambil mendelikkan bahunya.
Mereka berjalan ke common room. Di common room sudah ada Blaise, Daphne, Theo, dan Draco yang memang sudah terlebih dulu melangkahkan kakinya.
"Oh, Merlin. Ada apa dengan rok dan kaos hijau mu, kita sudah berjanji untuk tampil seperti Slytherin, bukan?" Tanya Daphne saat melihat pakaian Chryssa.
"Kau selalu tau siapa pelakunya Daph" ucap Pansy.
"M-alfoy, M untuk mengacau, right Draco?" ejek Daphne.
Draco hanya melirik Daphne dengan tatapan kesalnya, lalu memutar bola matanya malas.
"Bukan hanya itu, Daph. M untuk mengganggu juga" ucap Pansy.
"M untuk menyebalkan, jangan lupakan itu" timpal Chryssa sambil mendudukkan dirinya di sebelah Draco yang sibuk menatap kesal kearah perapian.
"Kau juga akan segera menjadi Malfoy, Sasa. Jangan lupakan itu" ucap Daphne menggoda.
"Sebelum itu terjadi, biarkan aku menggoda tuan muda Malfoy ini dengan lelucon tentang marganya" ucap Chryssa sambil menempelkan dagunya di bahu Draco dengan sebelah tangannya ia gunakan untuk merangkul leher Draco, lalu sebelah tangan lagi ia gunakan untuk menusuk-nusuk pelan pipi Draco.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amigdala
Fantasía[𝙳𝚛𝚊𝚌𝚘 𝚡 𝚘𝚌] [𝚃𝚑𝚒𝚛𝚍 𝚢𝚎𝚊𝚛] ᶜʰʳʸˢˢᵃᵐⁱˡᵃ ᴮʳⁱˢⁱᵃ ᴳʳᵉᵉⁿᵍʳᵃˢˢ, ˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵍᵃᵈⁱˢ ᵖᵘʳᵉᵇˡᵒᵒᵈ ᵈᵃʳⁱ ᴳʳᵉᵉⁿᵍʳᵃˢˢ ᶠᵃᵐⁱˡʸ. ᴷᵃˡᵃᵘ ᵏᵃˡⁱᵃⁿ ᵇᵉʳᵗᵃⁿʸᵃ ᵃᵖᵃ ʰᵘᵇᵘⁿᵍᵃⁿⁿʸᵃ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᴰᵃᵖʰⁿᵉ ᵈᵃⁿ ᴬˢᵗᵒʳⁱᵃ, ᵐᵉʳᵉᵏᵃ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ˢᵉᵖᵘᵖᵘⁿʸᵃ. ᶜʰʳʸˢˢᵃ ˡᵉᵇⁱʰ ˢᵉʳⁱⁿᵍ ᵈⁱᵖᵃⁿᵍᵍⁱˡ ˢᵃˢᵃ ᵒ...
