Enam Puluh Delapan

854 111 105
                                        

-🔓-

"Mila, aku akan menyelesaikan semua ini secepat mungkin"

Chryssa hanya bisa mengangguk merespon ucapan Draco yang sedang terburu-buru bersiap menjalankan misi lainnya. Bukan misi yang berat, karena ia hanya diminta untuk mengawasi keadaan di Hogwarts. Chryssa sempat memaksa untuk ikut, tapi Draco menolaknya dengan tegas. Ia tak ingin membuat Chryssa terlibat dalam masalah lagi.

Draco langsung berjalan keluar Manor setelah berpamitan dengan Chryssa. Ia berapparate tepat saat langkahnya mencapai hitungan ke dua puluh.

Karena para Death Eater telah menguasai sekolah sihir Hogwarts, bukan lagi hal yang sulit bagi Draco untuk berapparate langsung ke dalam kastil. Tak ada lagi yang menahannya dan mencegahnya untuk masuk.

"Kau kemari, Drake?"

Draco menoleh, lalu mendengus kesal. Astoria.

"Misi apa kali ini? Kau punya waktu senggang?"

"Daripada mengurusi hidupku, ada baiknya kau mengurusi hidupmu yang sekarat itu"

Astoria menatap Draco kesal. Apa maksud dari ucapan Draco? Apa secara tidak langsung ia ingin mengatakan Bersiaplah kau yang mendapat kutukan itu? Astoria menggeleng cepat.

"Apa maksudmu, huh? Sudah jelas bukan, istri kesayanganmu itu yang sekarat. Seharusnya kau bersyukur karena aku masih mau menerimamu"

Draco tertawa mengejek, "Bahkan kalaupun Mila-ku yang menerima kutukan itu dan aku harus kehilangannya, aku tak sedikitpun berminat untuk menggantikan posisinya dengan dirimu"

Draco berjalan menjauhi Astoria. Ia sudah muak dengan gadis penggoda itu. Langkah Draco terhenti saat menyadari sedari tadi ia berbincang dengan siswi yang sedang keluar tanpa izin.

Draco berbalik. Menatap Astoria dengan tatapan jijiknya.

"Kalau kau tak ingin di Crucio di lorong ini, cepatlah kembali masuk ke asramamu"

Astoria menghentakkan kakinya lalu berpaling pergi dan menghilang di tangga menuju Dungeon.

Draco melanjutkan langkahnya berkeliling mengawasi apapun yang terjadi di Hogwarts. Saat tiba di dekat Great Hall Draco menghentikan langkahnya. Ia bisa melihat lewat sela-sela kaca,  sedang terjadi keributan disana.

"Potter?"

Lirih Draco pelan saat matanya berhasil menangkap bayangan seseorang yang sangat diincar oleh tuannya itu.

Sekarang Draco yakin, peperangan itu akan benar-benar terjadi.

Draco masih diam dan mengawasi. Ia melihat dengan jelas saat Pansy berteriak memerintahkan agar menangkap si Potter, ia juga melihat saat anak-anak Slytherin di bawa paksa masuk ke Dungeon. Sebelumnya Draco juga melihat saat Severus di serang dan melarikan diri.

Draco segera berapparate ke Dungeon sebelum ada seseorang yang menyadari kehadirannya. Ia mengendap-ngendap mendekati sel yang didalamnya sudah ada murid-murid Slytherin.

"Dra--"

Suara Pansy tertahan saat melihat gerak gerik Draco yang berusaha menyuruhnya diam.

AmigdalaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang