Enam Puluh Enam

981 123 73
                                        

-🔓-

"Mereka orang tua mu, Sasa. Orang tua aslimu"

Chryssa terdiam sejenak, mencoba mencerna ucapan Lucius sedetik yang lalu.

"Ma---"

"Maksudmu apa, dad?"

Bukan, bukan Chryssa yang mengucapkan itu. Chryssa menoleh kearah sumber suara, ada Draco disana. Masih mengenakan pakaian tidurnya, dengan tatapan tajam dan dingin ke arah Lucius.

Lucius hanya terdiam, ia membeku Chryssa rasa. Ia tak bisa mengatakan apapun di hadapan putranya. Atau ia terllau merasa bersalah karena telah menyembunyikan hal besar dari Chryssa?

"Kau mengerti maksudnya, Mila? Orang tuamu? Bukan kah mother and father Orang tua aslimu, Mila?"

Chryssa menatap kearah Draco bingung. Ia tak tau harus menjawab apa, karena ia benar-benar tak mengetahui apapun tentang hal ini. Ia hanya bermimpi dan bermaksud menanyakan maksud mimpi itu pada Lucius. Tapi apa yang ia dapat? Kenyataan lain tentang hidupnya. Oh, ayolah. Apa kurang cukup kenyataan tentang kutukan gila itu? Kenyataan apalagi sekarang?

Draco menoleh lagi kearah Lucius.

"Jelaskan padaku, dad"

"JELASKAN PADAKU!!"

Sentakan Draco berhasil membuat Chryssa sedikit terkejut. Setelahnya tubuhnya bergetar. Draco tak pernah Semarah ini, demi apapun tidak pernah.

Chryssa bangkit dari duduknya, ia menghampiri Draco yang masih menatap serius kearah Lucius. Chryssa berdiri di hadapan Draco. Tangan kanannya ia gunakan untuk menggenggam tangan Draco yang mengepal. Tangan sebelahnya lagi ia gunakan untuk mengelus lembut rahang Draco.

"Drake, tenanglah, dad, dad pasti akan menjelaskannya, yeah, dia, dia pasti menjelaskannya. Aku benarkan, dad?"

Lucius masih terdiam membeku, ia tak tau harus mengucapkan apa dan bertingkah seperti apa.

"Aku benarkan, dad?"

Tanya Chryssa sekali lagi dengan suara yang di Tinggikan. Sengaja, agar Lucius tersadar dari lamunan panjangnya.

Lucius yang mendengar ucapan Chryssa langsung mengangguk cepat. Ia tentu akan menjelaskan semua ini. Tapi Draco..

"Tenanglah, Draco. Aku akan menjelaskannya, kau hanya perlu duduk dan tenangkan dirimu"

Draco menatap tajam kearah Lucius.

"Kutanya padamu, dad. Jika mum yang ada di posisi Mila sekarang, apa yang akan kau lakukan? Duduk dan menenangkan diri?"

Draco diam sejenak, menatap lebih tajam lagi kearah Lucius.

"KAU AKAN DUDUK DAN MENENANGKAN DIRIMU, HUH?"

Lucius masih diam.

"Kurasa sudah cukup, dad. Mila bukan putri raja yang bisa merasakan kehidupan yang berjalan lancar. Jangan kau tambah masalahnya dengan kenyataan pahit lainnya"

Chryssa melebur kedalam pelukan Draco. Ia sedikit menangis di dalam pelukan itu. Ia tak menyangka Draco akan membelanya hingga seperti ini.

AmigdalaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang