-🔓-
Chryssa berulang kali mencoba menjernihkan pikirannya dan mengerti apa yang diinginkan hatinya. Tapi tak bisa, ia tak mendapat petunjuk sedikitpun tentang keberadaan Draco.
Chryssa akhirnya memutuskan untuk mengarahkan langkahnya kearah halaman luar, tempat pertempuran terjadi. Diam-diam matanya berusaha mencari keadaan Potter, seperti niat awalnya, ia juga ingin membantu si Potter mengalahkan pangeran kegelapan.
Beberapa kali ia merapalkan mantra dan menghindar dari serangan. Jelas mereka tak tau pada pihak siapa Chryssa berpihak, sehingga sekarang semua orang yang ia temui, baik itu murid Hogwarts atau para Death Eater, merapalkan mantra kearahnya. Chryssa tak bisa bergegas melewati mereka, keadaan dijalannya kacau.
Chryssa menoleh ke kiri dan kanan, mencoba mencari Draco, dan jika ia beruntung mungkin ia juga bisa menemukan Potter, dan bertanya tentang apa yang mungkin bisa ia bantu.
Pansy dan Theo mengikuti Chryssa di belakang, sesekali mereka juga merapalkan mantra penolak atau bahkan mantra untuk menyerang balik. Tak ada obrolan di antara mereka, semuanya sibuk mencari.
Langkah Chryssa terhenti saat mendapati Granger dan Weasley--dua teman dekat Potter. Ia bergegas mendekati mereka, lalu merapalkan beberapa mantra untuk melumpuhkan Death Eater yang menyerang mereka.
"Greengrass?"
Suara Weasley terdengar tak percaya melihat Chryssa membantu mereka.
Chryssa mengangguk, "Kemana Potter?"
"Dia pergi ke hutan terlarang"
Jawab Hermione setelah mereka berhasil menyisi kekastil.
"Untuk?"
"Menemui Voldemort"
Chryssa mengangguk mengerti.
"Kau tahu dimana Draco?"
"Untuk apa kami mengetahui keberadaan bocah pirang itu?"
Jelas bukan Granger yang menjawabnya. Chryssa menoleh kearah Weasley, lalu mengangguk pelan, paham maksud perkataannya tadi.
"Kami terakhir bertemu dengannya di ruang kebutuhan, mereka menyerang kami bersama Goyle dan Zabini"
Chryssa mengangguk mendengar jawaban Hermione.
"Aku pergi"
Granger hanya mengangguk, Chryssa langsung menarik Pansy dan Theo untuk melanjutkan pencarian mereka. Mereka kembali masuk kedalam kastil menuju ruang kebutuhan.
Sesampainya disana, yang Chryssa lihat hanyalah bekas kekacauan. Pintu ruang kebutuhan masih terbuka, Chryssa bisa melihat api yang membakar seisi ruangan itu.
"Dia tidak disini"
"Mungkin mereka masih di dek--"
"Mila?"
Ucapan Theo terputus karena suara panggilan yang memanggil nama Chryssa.
Chryssa menoleh kearah suara, lalu tersenyum senang. Draco berdiri dihadapannya, walau dengan keadaan berantakan, tapi masih utuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amigdala
Fantasy[𝙳𝚛𝚊𝚌𝚘 𝚡 𝚘𝚌] [𝚃𝚑𝚒𝚛𝚍 𝚢𝚎𝚊𝚛] ᶜʰʳʸˢˢᵃᵐⁱˡᵃ ᴮʳⁱˢⁱᵃ ᴳʳᵉᵉⁿᵍʳᵃˢˢ, ˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵍᵃᵈⁱˢ ᵖᵘʳᵉᵇˡᵒᵒᵈ ᵈᵃʳⁱ ᴳʳᵉᵉⁿᵍʳᵃˢˢ ᶠᵃᵐⁱˡʸ. ᴷᵃˡᵃᵘ ᵏᵃˡⁱᵃⁿ ᵇᵉʳᵗᵃⁿʸᵃ ᵃᵖᵃ ʰᵘᵇᵘⁿᵍᵃⁿⁿʸᵃ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᴰᵃᵖʰⁿᵉ ᵈᵃⁿ ᴬˢᵗᵒʳⁱᵃ, ᵐᵉʳᵉᵏᵃ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ˢᵉᵖᵘᵖᵘⁿʸᵃ. ᶜʰʳʸˢˢᵃ ˡᵉᵇⁱʰ ˢᵉʳⁱⁿᵍ ᵈⁱᵖᵃⁿᵍᵍⁱˡ ˢᵃˢᵃ ᵒ...
