"Morning!"
Queen yang berjalan menuju gedung sekolah menoleh pada Sevanya yang tiba-tiba datang dan merangkulnya.
"Morning too," jawab Queen. "Tumben datang pagi?"
Sevanya mengibaskan rambutnya ke belakang lalu mendengus. "Nggak tau. Tiba-tiba aja pengen datang lebih awal."
Queen hanya memperhatikan Sevanya yang sekarang melihat tampilannya sendiri di cermin kecil yang selalu cewek itu bawa.
"Cantik banget sih gue," puji Sevanya pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba seseorang dengan jahilnya menyapu seluruh wajah Sevanya dengan tangan. "Cantik apaan hasil dempul make-up."
Sontak hal itu membuat Sevanya menatap Nathan berang dan memukul cowok itu sekuat tenaga.
"Kampret lo! Riasan gue jadi rusak Nathan!" kesal Sevanya memukul cowok itu brutal.
Sevanya kembali melihat penampilannya di depan cermin. Make-upnya banyak yang rusak.
"Kampret lo!" kesalnya menginjak kaki kuat Nathan lalu pergi. Meninggalkan cowok itu yang kesakitan pada kakinya yang diinjak keras oleh Sevanya.
Sedangkan Queen bersedekap seraya menggeleng-gelengkan kepala melihat Nathan kesakitan. "Makanya, jangan coba-coba cari masalah."
"Dia aja yang sensian. PMS, ya?"
Queen mengangkat bahu.
"Sakit banget kaki gue, njir," gumam Nathan.
"QUEEN!!"
Queen menoleh melihat Asia dan Acha yang baru memasuki pekarangan sekolah. Acha langsung turun dari motor matic Asia dan melepaskan helmnya.
Rumah Asia dan Acha searah, makanya mereka sering berangkat dan pulang sekolah bersama karena Asia membawa motor sendiri. Jadi Acha sekalian nebeng dari pada buang-buang duit buat bayar ojol atau angkot. Masih ada yang gratis kenapa di anggurin?
Walaupun Asia sering mengomel minta dibelikan bensin.
Asia dan Acha menghampiri Queen dan merangkulnya. Dengan sigap Nathan mengelak saat tangan Asia hendak merangkul cowok itu juga. Asia menatap Nathan heran.
"Gue nggak mau dekat-dekat sama lo. Nanti rambut keren gue malah diacak dan berantakan!" ujar Nathan.
Asia berdecak. "Sok lu! Rambut kaya jambul Syahrini aja bangga."
"Woiya dong! Sumber kegantengan gue nih selain wajah!" Nathan tersenyum pede.
"Emang lo ganteng? Preett! Gue rasa cewek-cewek yang termakan gombalan lo itu katarak semua. Masa cowok buluk kayak lo di bilang ganteng? Malah bagusan sepatu gue dari pada wajah lo!"
Nathan mendesis, menyentil bibir Asia yang kalau ngomong suka blak-blakan.
"Mulut lo di filter dulu kek. Makanya lo jones permanen sampai sekarang. Mana ada yang tahan sama mulut pedes lo itu!" ujar Nathan.
"Bodo! Gue, kan, ngomong fakta!"
Dengan kesal Nathan menyentil kening Asia dan berlalu pergi lebih dulu. Tidak peduli dengan cewek tomboi itu yang sudah mencaci-makinya dengan sangat kesal.
"Queen, kok lo betah sih sepupuan sama si jambul Syahrini itu? Kalau gue jadi lo, udah gue unyeng-unyeng tuh anak! Bikin kesel! Lama-lama darah tinggi gue," ujar Asia emosi.
"Ya karena gue bukan lo," jawab Queen santai kemudian berjalan lebih dulu diikuti Acha yang merangkul Asia. Dia masih mengumpati Nathan.
Dalam kepala cewek tomboi itu langsung memikirkan rencana untuk membalas dendam pada Nathan—Playboy kelas akut seantero SMA Victory.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)