"Lo di sini, Al?" tanya Tristan melihat Althair ikut ke markas padahal cowok itu belum pulih total.
"Bener markas di serang sama Vagos?" tanya Althair menghiraukan pertanyaan Tristan menggantung begitu saja.
Tristan melirik teman-teman Althair yang hanya bisa mengangguk dengan pasrah.
"Dia sudah tau semuanya," jawab Haikal mengusap tengkuknya.
Tristan menghela napas. Sudah dia duga cepat atau lambat Althair pasti akan tau soal ini.
"Bener, markas di serang Vagos saat lo masih di rumah sakit." Tristan menjawab pertanyaan Althair tadi. "Semua anak-anak berusaha melindungi markas, namun mereka sendiri jadi babak belur."
"Mereka bener-bener mau menjatuhkan Grixen dan mengambil status Raja dari kita. Agar mereka bisa menguasai jalanan dan menaklukkan geng lainnya," ujar Anhar.
"Terus kita harus gimana, Bang? Nggak mungkin kita diam aja setelah apa yang mereka lakukan pada kita," kata Alaska.
"Kita harus balas dendam," desis Althair menggeram marah dengan kilatan mata tajam yang menusuk. Auranya langsung terasa dingin.
"HARUS ITU! KITA HARUS BALAS PERBUATAN KEJI MEREKA!" seru Lugas.
"Kita perlihatkan kekuatan Grixen yang sebenarnya pada mereka. Agar mereka sadar bahwa mereka salah memilih lawan," kata Benua dingin.
"TRISTAN!!" seru mereka semua pada Tristan. Cowok itu menghela napas. Masalahnya semakin runyam. Tapi dia sebagai ketua tertinggi tentu tidak akan pernah menerima perbuatan Vagos yang semena-mena pada mereka.
Tristan menatap satu persatu anggotanya dengan sorot mata tegas.
"Kita hancurkan Vagos ... MALAM INI!!"
"KAMI IKUT!!"
Sontak mereka menoleh pada Aaron, Noah, dan anak-anak Triton yang datang.
"Izinkan kami juga ikut balas dendam sama Vagos," kata Triton setelah berhenti di dekat Tristan dan Althair.
"Gue pikir Triton nggak ada masalah sama Vagos," ujar Lugas.
"Kita emang nggak ada masalah sama Vagos. Tapi masalah kali ini beda," sahut Noah. Terlihat jelas kebingungan di wajah anak-anak Grixen.
"Vagos adalah penyebab kecelakaan Queen," kata Aaron seketika membuat anak-anak Grixen terutama Althair terkejut. "Tapi mereka bergerak bukan karena perintah Rugo, melainkan ada seseorang di balik semua ini."
"Apa orang yang meneror Queen?" tebak Althair.
"Kemungkinan besar, dia orangnya."
Tangan Althair mengepal kuat. Jadi sosok peneror Queen bekerjasama dengan Vagos?
Brengsek!
"Gila. Udah nggak bener ini," gumam Kai tidak habis pikir dengan Vagos yang semakin brutal.
"Bagaimana yang lain, kita gabung?" tanya Tristan pada anggotanya. Mereka mengangguk setuju Triton bergabung dengan Grixen untuk membalas Vagos. Lebih banyak orang lebih baik.
* * * *
Sesuai rencana yang sudah mereka susun sebaik mungkin. Malam ini, tepatnya tengah malam mereka mulai melakukan rencana yang sudah mereka susun sebaik mungkin. Tentu mereka sudah melacak keberadaan anak-anak Vagos, dimana mereka sedang mengadakan pesta di salah satu klub malam yang terkenal.
Suara dentuman musik terdengar dari luar klub. Satu persatu anak-anak Grixen berjalan masuk dari arah pintu yang berbeda supaya tidak di curigai. Sesuai rencana, mereka berpencar dan memperhatikan setiap anak-anak Vagos yang sedang menikmati pesta mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)