[ NEW VERSION! ]
JANGAN LUPA FOLLOW!!
***
Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi.
Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku berangkat!" Laki-laki yang sudah berpakaian rapi tersebut keluar dari rumah mewahnya yang besarnya kebangetan. Ia melirik jam tangan branded yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Masih ada sekitar satu jam lagi sebelum kelasnya pagi ini di mulai.
Laki-laki tinggi berperawakan tampan, gagah, berkharisma, serta kaya raya itu tak lain dan tak bukan adalah Althair Sky Lawrence.
Bertahun-tahun berlalu, sekarang Althair sudah menjadi mahasiswa jurusan Business and Manajement tingkat akhir di sebuah fakultas elit di Jakarta, dan sebentar lagi ia akan menghadapi skripsi.
Saat melihat jam tangannya, tanpa sengaja tatapan Althair beralih pada sebuah cincin perak murni yang bertuliskan nama seseorang yang ia cintai dan rindukan. Senyum Althair terukir tipis, jarinya menyentuh cincin tersebut dengan tatapan lekat yang terlukis kerinduan yang teramat sangat.
Althair mendongak ke langit kemudian mengeluarkan ponselnya dan memotret langit biru berawan yang cerah pagi ini. Althair mengirimkan foto yang barusan ia ambil pada Queen dan mengetikkan pesan dengan makna kerinduan yang mendalam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menghela napas, Althair kembali mendongak menatap langit dan tersenyum. Ia harus semangat.
Althair berjalan ke mobilnya yang sudah terparkir cantik di halaman rumah. Hendak masuk ke mobilnya namun teriakan seseorang membuat Althair harus mengurungkan niatnya dan menoleh.
"SKY! TUNGGU!!" teriak Alvar berlari keluar rumah sembari menenteng helm berjenis full face. Alvar sudah rapi dengan seragam sekolah SMA Victory yang melekat sempurna di tubuhnya.
"Kenapa? Mau nebeng?" tanya Althair bersedekap.
"Enak aja. Gue udah punya motor sendiri jadi nggak perlu nebeng lagi," ujar Alvar sombong. Memang setelah usia Alvar genap 17 tahun dan mendapatkan SIM, Albert langsung membelikan Alvar kendaraan pribadi yang dia inginkan.
"Terus ngapain tadi manggil gue?" tanya Althair.
"Kita balapan sampai depan kompleks gimana? Yang kalah ntar harus traktir yang menang. Apapun keinginan yang menang."