Pukul 20.45 malam, Althair lagi-lagi menghela napas melihat jarum jam yang berputar di pergelangan tangan kirinya. Sudah hampir dua jam ia berdiri di depan rumah Queen, namun Mbok Eem mengatakan bahwa Queen masih belum pulang dari latihan memanah.
Althair menempelkan pantatnya pada jok motor dengan tangan bersedekap. Kakinya sejak tadi terus bergerak menendang kerikil. Matanya terus tertuju pada jalanan berharap sosok yang ia tunggu sejak dua jam yang lalu akan muncul.
Hawa dingin semakin terasa, namun Althair masih betah menunggu. Sejak tadi juga Mbok Eem menyuruh Althair untuk masuk ke dalam rumah dari pada kedinginan di luar. Tapi Althair masih tetap kekeuh menunggu di luar.
Ting!
Ponsel Althair berbunyi menandakan ada pesan masuk. Cowok itu merogoh ponselnya di saku celana, membuka aplikasi WhatsApp dan membaca pesan yang ternyata dari Abylla—adiknya yang menyuruhnya membelikan susu pisang.
Althair sampai geleng-geleng kepala, adiknya itu begitu menyukai susu pisang. Bahkan isi kulkas di rumahnya kebanyakan adalah susu pisang yang seperti tidak pernah habis-habis. Karena asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya selalu mengisi kulkas dengan susu pisang pesanan kesukaan Abylla.
Tiba-tiba pikiran Althair melayang pada kejadian sepuluh tahun yang lalu. Saat dimana ada seorang gadis kecil yang sepantaran dengannya merengek agar dibelikan yogurt kesukaannya. Awalnya Althair kecil tidak mau karena baginya itu akan merepotkan. Tapi melihat mata bulat yang indah itu membuat pertahanan Althair kecil luluh. Akhirnya ia mengalah dan membeli yogurt kesukaan gadis kecil itu. Melihat senyuman dan mata berbinarnya membuat Althair kecil juga tertular dan ikut tersenyum.
Bayangan itu tiba-tiba buyar saat telinganya menangkap suara deruman motor. Althair refleks menoleh pada sebuah motor yang semakin lama semakin mendekat dan berhenti tak jauh darinya. Mata Althair menyipit melihat lampu dari motor tersebut menyorot padanya. Namun keningnya seketika berkerut melihat Queen turun dari boncengan motor tersebut.
"Makasih, Ron," ujar Queen yang di angguki Aaron.
"Sama-sama." Mata Aaron lalu tertuju pada Althair yang hanya diam dengan raut wajah datar. Lalu dia kembali beralih pada Queen. "Gue pergi dulu," pamit Aaron kemudian pergi.
Queen berbalik, berjalan masuk ke area rumahnya tanpa mempedulikan Althair, tapi lengannya langsung di cekal oleh cowok itu dan berdiri berhadapan dengannya.
"Lepas," ucap Queen dingin.
"Kenapa lo bisa sama Aaron?" tanya Althair.
"Bukan urusan lo. Lepasin."
"Jelas ini urusan gue. Lo pacar gue, Queen!" tegas Althair.
Queen menghela napas. Jujur ia lelah saat ini dan tidak ingin bertengkar dengan Althair.
"Queen, gue—"
"Gue capek, Al. Kalau lo mau ribut mending besok aja." Queen melepaskan cekalan Althair di tangannya.
"Sama gue lo capek? Tapi sama Aaron enggak?" ucapan Althair barusan terdengar sinis.
Queen mengerutkan kening. "Lo kenapa sih?"
"Lo yang kenapa, Queen! Bukan gue!"
"Gue baik-baik aja!" ujar Queen dengan suara yang mulai meninggi. "Kenapa? Lo cemburu gue deket sama Aaron?"
"Iya! Gue cemburu lihat lo deket sama dia!" seru Althair membuat Queen terdiam menatapnya. Queen sedikit terkejut dengan pengakuan Althair.
Cowok itu mendekat, mempertipis jarak yang ada. Tatapan Althair lurus pada Queen, menatapnya lekat. "Lo udah tau perasaan gue ke lo, kan? Jadi wajar kalau cewek yang gue sayang lebih deket sama cowok lain dari pada gue," lirih Althair.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romansa[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)