Mata tegasnya sejak tadi terus memperhatikan jam di dinding depan kelas. Beberapa menit lagi bel pulang akan berbunyi. Di dalam hatinya Althair terus menghitung setiap detiknya. Hingga akhirnya yang ia tunggu-tunggu sejak tadi pun tiba.
"Baiklah, kita lanjutkan pelajarannya di pertemuan selanjutnya." Guru yang mengajar pun keluar dari kelas. Althair langsung beranjak dari bangkunya dan bergegas keluar kelas.
"SKY! MAU KEMANA LO?!" teriak Haikal namun tidak di jawab oleh Althair. Kaki panjangnya melangkah dengan lebar di koridor. 11 IPA 2, kelas itu kini jaraknya semakin dekat dan beruntung guru yang mengajar di kelas itu pun baru saja keluar. Althair semakin mempercepat langkahnya.
Langkah Althair tiba-tiba berhenti ketika tanpa sengaja ia berpapasan dengan Aaron yang juga terlihat buru-buru hendak memasuki kelas 11 IPA 2. Keduanya sempat bertatapan sebentar di depan pintu.
"Ngapain lo di sini?" tanya Althair terdengar sinis.
"Perlu gue kasih tau?" Aaron melanjutkan langkahnya masuk ke kelas 11 IPA 2. Althair mendesis dan ikut masuk ke kelas tersebut.
Keduanua langsung menjadi pusat perhatian seluruh penghuni kelas 11 IPA 2 saat Aaron dan Althair masuk ke kelas mereka bersamaan dan berjalan ke arah bangku seorang gadis berkacamata yang sedang membereskan buku-bukunya ke dalam tas. Althair dan Aaron berdiri tepat di depan meja gadis itu.
Perlahan gadis itu berhenti dari aktivitasnya menyadari ada orang yang berdiri di depannya. Mata dibalik lensa kacamata itu membulat kaget melihat Althair dan Aaron sudah di depannya dengan tatapan dingin dan aura yang mencekam.
Seketika suasana di kelas itu langsung hening menatap pada satu arah dengan bingung.
"Sindy Andira," ujar Althair membaca name tag gadis itu yang sudah keringat dingin kala melihat dua cowok pentolan SMA Victory tepat di hadapannya. "Lo pikir gue main-main dengan perkataan gue?"
"Ma—maksudnya? A–apa?" gugup Sindy. Wajahnya bahkan sudah pucat dengan degup jantungnya yang kian berpacu dengan cepat. Tatapan kedua cowok itu benar-benar menusuk dan penuh intimidasi.
Sindy berdiri hendak pergi. Namun sayang tangannya lebih dulu di cekal oleh Aaron. Dengan kasar cowok itu menarik Sindy hingga gadis itu jatuh di dekat meja guru. Sontak mereka yang melihatnya pun kaget. Althair hanya diam seraya melirik sekilas Aaron.
"Aaron! Althair! Kalian apa-apaan, sih? Jangan buat ribut di kelas orang!" ujar Sevanya.
"Lo mau tau kebenaran?" tanya Althair melirik Sevanya yang terdiam dengan raut wajah bingung.
Althair mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya pada Sevanya dan semua orang di kelas itu. Mata mereka sontak membulat melihat sebuah rekaman video CCTV yang Althair dapatkan dari Samantha. Dimana Sindy berdiri di dekat meja Queen. Videonya lengkap. Mulai dari Sindy yang membuka tas Queen dan meletakkan sebuah amplop coklat di dalamnya saat tidak ada orang di kelas.
"Lo juga harus memberi alasan yang tepat untuk ini," sahut Aaron mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan banyak foto Sindy yang keluar dari toko bunga dengan membawa sebuah bunga lili putih. Aaron melirik Althair yang terlihat tidak suka dengan tindakannya barusan. Aaron menarik sudut bibirnya tipis, dia juga tidak mau kalah dari Althair untuk membongkar semuanya.
"Lo—" Sevanya menatap Sindy yang masih terduduk di lantai dengan kepala menunduk.
Sevanya mengepalkan tangan. Tatapannya menatap tajam pada Sindy dengan amarahnya yang mulai naik. Sevanya mendekat, berjongkok di depan Sindy.
"Lo orangnya?" tanya Sevanya. "Lo yang udah fitnah Queen sampai dia dikeluarin dari sekolah? Jawab Sindy! JAWAB!!"
Sindy masih diam membuat Sevanya semakin geram.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)