Pukul lima lewat sepuluh menit, Queen baru saja keluar dari ruang ekskul memanah. Sejak pulang sekolah tadi Queen memilih pergi kesana untuk menenangkan pikirannya yang sempat kacau. Bahkan Queen tidak sadar kalau hari sudah beranjak sore.
Queen berjalan di lorong ditemani cahaya matahari yang hendak tenggelam. Menyelesaikan tugasnya hari ini dan menunggu hari esok. Gadis yang masih memakai seragam sekolahnya itu berjalan keluar dari gedung sekolah yang sudah sangat sepi. Hanya ada seorang satpam dan penjaga sekolah yang sedang memeriksa setiap kelas lalu menguncinya.
Queen berhenti didepan gerbang, kembali melirik jam tangannya lalu beralih pada jalanan didepannya yang tidak menunjukkan tanda-tanda kendaraan umum yang lewat.
Biasanya Queen berangkat sekolah kalau tidak bersama Nathan ya bawa mobil sendiri. Namun pagi tadi saat berangkat ban mobilnya tiba-tiba kempes.
Tadi ia sudah bilang pada Nathan untuk pulang bersama. Tapi sekarang cowok itu tidak kelihatan batang hidungnya. Motornya juga sudah tidak ada di parkiran. Mungkin sedang asik pacaran dengan pacarnya yang entah keberapa.
Queen merogoh saku roknya hendak memesan taxi atau ojek online. Namun layarnya sama sekali tidak menyala.
Lowbat.
Rasanya Queen ingin mengumpat. Saat penting seperti ini ponselnya sama sekali tidak membantunya. Menyebalkan.
Queen kembali menyimpan ponselnya. Berjalan ke arah halte yang terletak tidak jauh dari sekolahnya. Queen merasa aneh saat halte itu sepi. Entah kenapa bulu kuduknya tiba-tiba meremang dan dadanya bergemuruh menandakan sebuah perasaan aneh. Namun ia segera mengenyahkan pikiran-pikiran seperti itu. Jika terjadi sesuatu Queen akan berteriak kencang untuk meminta bantuan. Ya, hanya itu satu-satunya cara.
"WOY! ITU ANAK VICTORY!"
Queen menoleh pada segerombolan orang yang tidak jauh darinya. Menaiki motor dan masih memakai seragam sekolah namun sudah awut-awutan. Queen memicingkan mata melihat lambang sekolah cowok-cowok yang tampak seperti gerombolan geng itu.
'Trisakti,' batin Queen membulatkan mata.
"TANGKAP DIA!"
Mata Queen semakin melebar mendengar perkataan cowok yang berada paling depan itu dengan gestur menunjuk padanya. Perlahan Queen mundur kemudian berlari pergi. Berlari sekuat tenaga dan secepat yang ia bisa.
"TANGKAP DIA!! JANGAN SAMPAI LOLOS!!"
Suara deru motor bersahut-sahutan mengejar Queen. Tiba-tiba Queen terjatuh akibat kakinya tersandung batu dan tersungkur di aspal.
"Akh!" Queen melihat lututnya terluka dan mengeluarkan darah.
Motor-motor yang mengejarnya tadi mengepung Queen dan dua orang cowok turun dari motor mereka. Menarik Queen kasar lalu membawanya pergi bersama mereka.
"LEPASIN!! TOLOOONG!!"
"DIEM!!"
Queen berontak dan berteriak meminta pertolongan. Namun sayangnya tidak ada satupun orang ataupun kendaraan yang bisa dimintai pertolongan.
"LEPASIN GUE!!"
Plak!!
Sebuah tamparan keras telak mengenai pipi kiri Queen yang membuat gadis itu langsung tidak sadarkan diri. Bahkan ujung bibirnya berdarah akibat tamparan yang teramat keras.
"Jangan kasar, Gar. Dia cewek," ujar seorang cowok tampan yang baru turun dari mobil Jeepnya. Berjalan menghampiri Edgar dan gadis yang barusan menerima kekerasan fisik dari cowok itu.
"Dia berisik, Bang," jawab Edgar tidak peduli.
Cowok itu kemudian mengambil alih Queen. Menggendongnya dan masuk ke dalam mobilnya. Dia menidurkan Queen di kursi samping kemudi. Menyelipkan sejumput rambut Queen kebelakang telinga. Membersihkan darah diujung bibir Queen dengan hati-hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)