Haris duduk di kasur kamarnya sembari memandangi foto Queen dan Aghaz. Tak urung air matanya terus jatuh membasahi foto kedua anaknya. Perasaan bersalah itu semakin menyelimuti. Karena kesalahannya, anak-anaknya jadi korban. Haris tidak masalah jika semua kesalahannya di masa lalu menjadi hukuman untuknya saat ini. Tapi bukan pada anak-anaknya. Bukan pada malaikat kecilnya yang harus menanggung semua itu.
Haris semakin merasakan nyeri di dada ketika mengingat perkataan polisi yang menyatakan bahwa putrinya sudah meninggal setelah pencarian mereka yang tidak menemukan hasil apapun. Haris masih belum yakin putrinya pergi meninggalkannya jika dia belum melihat jenazah putrinya sendiri dan memastikannya.
"Kamu dimana, Nak? Papa mohon pulang, sayang. Papa kangen Key," lirih Haris menangis, mengusap wajah Queen di foto yang tersenyum manis.
"Mas?" Raisa masuk ke dalam kamar setelah mengetuk pintu. Dadanya terenyuh melihat Haris yang menangis dengan semua perasaan bersalah di hatinya.
Wanita itu berjalan mendekati Haris dan duduk disebelahnya. Mengusap pundak suaminya dan memeluknya dari samping. Memberikan ketenangan agar suaminya tidak bersedih lagi dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.
"Ikhlaskan, Mas. Jangan halangi jalan Queen dengan isak tangis. Kasihan Queen, Mas," ucap Raisa bergetar. Berusaha kuat meski air mata sudah di ambang batas dan siap tumpah. Dia pun juga merasa bersalah pada Queen atas kejadian di masa lalu.
"Ini semua salahku. Aku yang menyebabkan anak-anakku seperti ini. Aku benar-benar Ayah yang buruk. Sangat buruk," tangis Haris terisak.
Raisa tidak tahan lagi. Saat itu juga air matanya tumpah. "Ini sudah takdirnya, Mas. Tuhan tau yang terbaik untuk Queen. Jadi jangan menyalahkan semuanya pada diri kamu sendiri karena semua ini sudah jalannya."
"Aku juga salah karena aku sudah masuk dalam keluarga kamu," lirih Raisa menunduk dengan air mata yang berjatuhan.
"Queen, Aghaz, maafin Papa, Nak," lirih Haris semakin terisak dalam pelukan istrinya.
* * * *
Saat ini di SMA Victory, semua murid dan guru di arahkan ke aula utama sekolah. Mereka berdoa di sana untuk Queen sebagai bentuk bela sungkawa. Polisi dan Tim SAR sudah memutuskan bahwa pencarian Queen sudah selesai karena tidak membuahkan hasil apapun dan dinyatakan sudah meninggal.
Athala, Asia, dan Acha sudah menangis sejak tadi karena masih belum mempercayai hal ini. Sahabat mereka yang pernah mereka sakiti kini sudah pergi untuk selamanya. Bahkan mereka belum sempat meminta maaf atas apa yang sudah mereka lakukan pada Queen saat Queen di buli satu sekolah.
Haris dan Raisa juga hadir dan para pekerja yang bekerja di rumah Queen. Tangis dari mereka tidak henti-hentinya terdengar. Bahkan sejak tadi Haris terus menunduk karena masih tidak sanggup mempercayai semua ini. Di barisan paling belakang ada anak-anak Grixen yang juga terlihat murung. Anggota inti Grixen angkatan 7 melihat Althair yang terlihat tenang dari tadi. Membuat mereka khawatir.
Bagaimana tidak khawatir, hari ini adalah berdoa bersama atas kepergian kekasihnya namun Althair tidak bereaksi seperti seharusnya saat kehilangan orang yang dia cintai. Althair memang selalu tenang, namun tenangnya kali ini sangat berbeda.
"Bos lo nggak apa-apa, kan?" bisik Kai pada Haikal dengan tatapan terus pada Althair yang duduk di tengah-tengah Tristan dan Alaska.
"Nggak tau. Gue aja bingung sama dia hari ini," jawab Haikal juga berbisik.
Kepala sekolah naik ke atas panggung dan menatap semua muridnya yang sudah berkumpul di aula.
"Hari ini kita berkumpul di sini untuk berdoa bersama atas kepulangan salah satu murid SMA Victory yang sangat membanggakan yaitu Queenzhinia Chalystha yang meninggal karena tragedi kecelakaan. Semoga Almarhumah di terima di sisi Sang Maha Kuasa. Kita semua baik itu murid, guru, dan pengurus SMA Victory mengucapkan turut berduka cita dan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Queen. Dan untuk keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang yang di cintai, semoga diberikan kesabaran dan ikhlas menerima semua ini. Baiklah mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa, mulai."
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)