Part.46 || Siapa Sosok Itu Sebenarnya?

28.7K 1.7K 23
                                        

BUGH!!
BRUAKK!!

Ravel terjatuh di lantai bascamp Vagos dengan wajah yang sudah babak belur. Tak ubahnya dengan sosok laki-laki yang saat ini menjadi lawannya.

"PENGKHIANAT!!" Rugo menarik kerah baju Ravel kasar, memaksanya berdiri dan memukulnya kembali di perut lalu mengayunkan tubuh Ravel ke dinding yang berakhir sukses terjatuh di atas meja hingga meja tersebut ambruk.

Semua anak Vagos tidak ada yang mau melerai perkelahian antara ketua tertinggi dan wakil ketua tertinggi mereka. Semuanya hanya diam memperhatikan markas mereka yang benar-benar hancur seperti kapal pecah. Dan itu hanya karena ulah kedua sahabat yang sekarang benar-benar berubah seperti musuh bebuyutan dan ingin menghabisi satu sama lain.

BUGH!!

Ravel membalas pukulan Rugo tak kalah kuat dari apa yang dia dapatkan. Sekarang giliran Rugo tergeletak di lantai. Ravel menarik kerah baju Rugo kuat dan memaksanya berdiri.

"APA MAKSUD LO BANGSAT!! GUE BUKAN PENGKHIANAT!!" teriak Ravel di depan wajah Rugo.

"BACOT!!" Rugo lagi-lagi memukul wajah Ravel dan mendorongnya kasar membuat pegangan Ravel di kerah baju Rugo terlepas. Darah lagi-lagi menetes disudut bibirnya.

"LO PENGKHIANAT ANJING!! PENGKHIANAT!!" teriak Rugo menunjuk Ravel dengan dada naik turun karena emosi yang meledak.

"APA MAKSUD LO DONORIN DARAH BUAT CEWEK ALTHAIR?!! SELAMA INI DIAM-DIAM LO SUKA, KAN, SAMA DIA?!"

Ravel tersentak. Bagaimana mungkin Rugo bisa mengetahui hal itu? Padahal Ravel sudah menyembunyikannya dengan sangat hati-hati. Dia tidak mau jika teman-temannya mengetahui bahwa dia menyukai salah satu siswi di SMA Victory yang tak lain adalah sekolah musuh bebuyutan mereka.

Mata Ravel melirik Edgar yang tersenyum. Ravel tahu sekarang siapa yang sudah mengadukan ini pada Rugo. Pasti selama ini Edgar diam-diam memata-matainya dan mengatakan semua yang ia lakukan diluar pada Rugo.

"LO NGGAK PERLU NGELAK LAGI! GUE UDAH TAU SEMUANYA!!"

"Gue emang suka sama sama Queen! Tapi bukan berarti gue pengkhianat, Go! Gue masih setia sama Vagos!"

"ANJING!! Lo lupa? Siapapun yang berhubungan dengan Grixen itu dianggap pengkhianat! Termasuk perasaan lo ke cewek Althair!!" teriak Rugo. "Dan lo ... LO UDAH LUPA SAMA SUMPAH LO DI VAGOS!!"

Rugo lagi-lagi melayangkan pukulannya di wajah Ravel. Rugo menarik kasar kerah baju Ravel dan mendorongnya ke dinding. Menyudutkannya. Tatapannya benar-benar penuh dengan emosi.

"Sekarang lo pilih ... lo pilih cewek itu atau lo pilih Vagos?" lirih Rugo penuh ancaman pada sahabatnya sendiri. Entah jika mereka masih bisa disebut sahabat setelah perkelahian ini.

Ravel balas menatap Rugo tanpa rasa takut. Inilah yang tidak mau dia rasakan. Memilih salah satu dari dua hal yang teramat berarti baginya.

"JAWAB BANGSAT!! LO PILIH VAGOS ATAU CEWEK ITU HAH?!!"

"Gue nggak bisa," lirih Ravel.

Rugo semakin mengeratkan cengkeramannya di jaket Ravel. "Kalau lo nggak jawab..." Rugo menarik sudut bibirnya, tersenyum setan. Ravel langsung merasakan kejanggalan dari smirk Rugo yang ditujukan padanya. "Gue akan rusak cewek lo layaknya cewek jalang."

Ravel mengepalkan tangannya dan seketika melayangkan pukulannya keras tepat di wajah Rugo yang langsung tergeletak di lantai. Wajah Ravel benar-benar merah tanda emosinya sudah meledak. Mungkin tadi dia masih bisa menahan sedikit emosinya. Tapi kali ini tidak.

"Ngomong sekali lagi..." Ravel menindih Rugo dan memukulnya lagi. "JANGAN PERNAH LO SENTUH QUEEN DENGAN TANGAN KOTOR LO ITU BANGSAT!!"

Ravel bangkit setelah menghempaskan Rugo ke lantai.

ALTHAIR [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang