Perlahan kelopak matanya terbuka. Gelap dan buram, hanya itu yang dapat ia lihat saat ini. Entah sudah berapa hari dia tidak membuka mata, yang pasti saat ini tubuhnya terasa remuk dan tidak sanggup bergerak. Pening di kepalanya kembali mendera dengan sangat hebat membuatnya meringis kesakitan.
Dia tidak tahu di mana dia sekarang. Terakhir dia ingat saat di kejar-kejar oleh segerombolan geng motor hingga mobilnya menabrak pembatas jembatan. Dia berhasil keluar dari mobil sebelum jatuh ke sungai. Namun naasnya saat hendak pergi dia di tabrak oleh salah satu geng motor yang mengejarnya itu hingga tidak sadarkan diri.
"Tuan putri sudah bangun?"
Queen menegang mendengar suara seseorang di dekatnya. Perlahan pandangan Queen naik ke atas, dengan pandangan yang masih buram ia melihat seseorang duduk di kursi persis di depannya.
"Si—siapa?" lirih Queen lemah.
Sosok itu bangkit dan berjongkok di depan Queen. Dengan kasar dia menarik rambut Queen dan memaksanya mendongak. Kini mata mereka saling bertatapan. Queen mengerjapkan matanya berusaha melihat lebih jelas.
"Lo... jadi lo yang selama ini selalu neror gue?" lirih Queen meringis dengan cengkeraman kuat di rambutnya oleh sosok itu. Queen berusaha bangkit namun tangan dan kakinya di ikat begitu kuat.
"Ya, gue orangnya," ucap sosok itu.
"Kenapa? Kenapa lo neror gue?"
Di balik masker hitam yang di pakainya, sosok itu tersenyum dengan tatapan penuh amarah pada Queen. "Gue pengen balasin dendam Elsa," desisnya melepaskan kasar tangannya dari rambut Queen kemudian berdiri.
"Siapa lo sebenarnya? Apa hubungan lo sama Elsa?" Queen berusaha tetap sadar.
Lama sosok itu tidak menjawab dan malah menatap Queen benci. "Lo mau tau siapa gue?"
Queen berusaha duduk, tatapannya lurus menatap sosok itu yang mulai bergerak melepaskan masker hitam yang menyembunyikan wajahnya selama ini. Kedua mata Queen membulat sempurna ketika dengan jelas ia melihat wajah sosok itu sebenarnya.
Seketika bibir Queen bergetar dengan degup jantung berdebar kencang. "Nggak mungkin. Lo—"
* * * *
Althair melajukan motornya dengan kecepatan sedang di jalanan malam ibu kota. Angin malam yang berhembus tidak membuat dia kedinginan.
Seketika bayangannya bersama Queen tiba-tiba terlintas. Di mana Queen duduk di belakang jok motornya dengan kedua tangan yang melingkar di perutnya seraya bersandar di pundaknya. Bercengkrama bersama angin yang membawa tawa.
Althair mengelus bagian depan tubuhnya, di mana tangan lentik nan lembut itu tidak lagi di sana. Althair menghela napas. Begitu berat menerima kenyataan ini. Bahkan pihak kepolisian pun belum menemukan tanda-tanda keberadaan Queen.
Tapi Althair tidak akan menyerah, Althair akan terus berusaha mencari Queen sampai benar-benar ketemu. Jika kemungkinan Queen untuk hidup sangatlah kecil, Althair tetap akan berusaha. Jika Queen memang sudah meninggal, maka Althair akan menemukan jenazahnya bagaimanapun caranya.
Althair melirik langit malam yang terlihat mendung. Persis seperti suasana hatinya beberapa hari ini. Althair kembali memusatkan perhatiannya pada jalanan di depan sembari berbisik pada angin malam.
"Queen ... kamu di mana?"
Brruummm!
Althair melirik kaca spion. Melihat beberapa motor mengikutinya. Althair ber-smirk kemudian menarik gas motornya melaju lebih cepat. Dan motor-motor yang mengikutinya juga mempercepat laju mereka untuk mengejar Althair. Hingga terjadilah aksi kejar-mengejar di jalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)