Mobil Althair berhenti di parkiran sekolah. Ia melirik Queen yang duduk di sebelahnya yang sejak tadi menunduk. Althair mengulurkan tangannya, menggenggam tangan Queen yang membuat gadis itu menoleh padanya.
"Angkat kepala lo, jangan biarkan mahkota lo jatuh," ucap Althair dengan tatapan lurus pada Queen.
"Nggak usah dengerin apa kata mereka nanti tentang lo, karena lo emang nggak salah. Jangan takut, gue akan selalu ada buat lo," lanjut Althair.
Queen mengangguk seraya menghela napas. Benar, ia tidak salah jadi tidak perlu takut.
Mereka keluar dari mobil dan langsung menjadi pusat perhatian para murid yang masih berada di area parkir. Althair menggandeng tangan Queen dan berjalan masuk ke gedung sekolah.
Althair tetap berjalan dengan tenang, sedangkan Queen sejak tadi terus melirik beberapa orang yang memperhatikan dirinya. Queen menghela napas dan berjalan dengan tegap seperti biasa. Berusaha untuk tidak peduli dengan semua tatapan dan bisikan orang-orang padanya.
Althair melirik Queen dengan senyum tipis yang terukir. Ia mengeratkan genggamannya di tangan Queen, seolah memberikan semangat pada gadis itu.
"QUEEN!"
Tubuh Queen hampir limbung ke belakang saat seseorang tiba-tiba menubruknya dari depan, memeluknya begitu erat.
"Heh lepasin cewek gue." Althair berusaha melepaskan pelukan Sevanya pada Queen. Namun cewek cantik itu malah menepis dan memukul tangan Althair.
"Ganggu aja lo! Hush!" Sevanya mengayunkan tangannya pada Althair seperti menghalau anak ayam.
"Van lepasin, sesak nafas gue," ujar Queen melepaskan pelukan Sevanya.
"Maaf-maaf, gue nggak sengaja. Habisnya gue kangen banget sama lo," ujar Sevanya kembali memeluk Queen namun tidak sekuat tadi.
"QUEEEEEN!!!"
Athala, Asia dan Acha datang dan ikut memeluk Queen bersamaan. Lagi-lagi Queen hampir limbung karena ulah teman-temannya itu.
"Kita kangen banget sama lo Queen!" ujar Asia.
"Acha senang akhirnya Uin balik lagi ke sekolah!" ujar Acha menghapus air mata di sudut matanya. Ia sangat merindukan Queen, sahabat yang paling mengerti dirinya dan selalu membelanya di saat Asia mulai bertingkah.
"Iya, iya. Tapi lepasin dulu gue nggak bisa nafas ini!" ujar Queen.
"Maaf, Queen. Soalnya kita senang banget. Masalah lo udah selesai terus lo balik sekolah lagi," kata Athala dengan senyum lebar.
Queen tersenyum dengan perasaan haru melihat keempat sahabatnya ini. "Makasih, ya, kalian udah percaya sama gue."
"Kita percaya sama lo. Kita tau lo nggak akan mungkin melakukan hal rendah seperti itu," kata Sevanya.
"Iyalah! Lo sendiri, kan, holkay, Queen. Holang kaya! Mana percaya kita kalau lo mencuri uang," ujar Asia.
Athala mendekatkan kepalanya pada Queen dan berbisik pelan. "Gue denger Sindy bakal pindah sekolah."
Queen menatap Athala. "Beneran?"
Athala mengangguk dan berdiri tegap. "Mungkin dia malu karena semuanya udah terbongkar kalau dia yang ngejebak lo."
Queen hanya diam mendengarkan teman-temannya yang membahas Sindy pindah sekolah. Dimananya mereka tidak tahu dan juga tidak mau tahu.
"Ekhem!"
Deheman dari seseorang membuat kelima gadis itu serentak menoleh pada Althair yang sejak tadi diam memperhatikan. Cowok itu bersedekap sambil menatap kelima cewek di depannya yang sedang melepaskan rindu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHAIR [ END ]
Romance[ NEW VERSION! ] JANGAN LUPA FOLLOW!! *** Karena kejadian tak terduga yang menimpanya, tanpa sadar Queenzhinia Chalystha mulai dekat dengan sosok yang selama ini ia jauhi. Althair Sky Lawrence, satu nama yang begitu di segani, satu nama yang begitu...
![ALTHAIR [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/258377884-64-k902508.jpg)