Part.57 || Tangis & Amarah

28.1K 1.5K 44
                                        

"ALTHAIR!!"

Semua orang termasuk Althair yang saat ini berada di rumah Queen melihat ke arah Aaron dan anak-anak Triton yang datang berombongan. Althair yang semula duduk di teras rumah Queen berdiri. Dengan kasar Aaron menarik kerah jaket Althair dan tanpa aba-aba menghantam wajah Althair dengan tinjunya yang keras.

Sontak hal itu membuat orang-orang di sana langsung mendekat. Mereka berusaha memisahkan Aaron yang semakin brutal memukul Althair bahkan Vania sampai memekik histeris melihat putranya di pukul. Anak-anak Grixen langsung melindungi Althair sedangkan anak-anak Triton menahan Aaron untuk tidak mendekati Althair.

"BRENGSEK!! SIALAN LO ALTHAIR!! LO BILANG LO AKAN JAGAIN QUEEN!! LO AKAN JADI PELINDUNG DIA!! TAPI APA?! LO MALAH NYAKITIN DIA SAMPAI DIA KECELAKAAN BANGSAT!!" teriak Aaron mengeluarkan emosinya. Dia terus berusaha melepaskan diri dari teman-temannya. Dia belum puas menghajar Althair untuk melepaskan amarahnya.

Sedangkan Althair dengan tertatih di bantu berdiri oleh teman-temannya.

"Ron, tenang! Gue tau lo emosi tapi jangan sampai itu menguasai lo!" peringat Noah. Aaron mulai jinak tapi tatapannya lurus menghunus Althair.

Tak lama Athala, Asia, dan Acha juga datang dan langsung menghampiri Althair.

"Al, yang kecelakaan itu bukan Queen, kan?" tanya Athala, matanya sudah berkaca-kaca begitupun Asia. Sedangkan Acha sudah menangis sejak tadi.

"Althair jawab!! Yang kecelakaan itu bukan Queen, kan?!" Suara Athala meninggi karena Althair tidak menjawabnya. Kepala Athala menoleh pada Mbok Eem yang sudah menangis histeris di teras rumah. Dia pun mendekat dan berjongkok di depan Mbok Eem.

"Mbok, itu bukan Queen, kan?" tanyanya dengan air mata yang mengalir.

Mbok Eem hanya menggeleng dengan tangis semakin pecah. Athala menunduk, tidak bisa di tahan lagi dia pun menangis. Acha langsung memeluk Asia dan menangis begitupun Asia. Cewek tomboi itu seperti mayat hidup. Tatapannya kosong namun air matanya terus mengalir deras.

Althair hanya menunduk dengan tangan terkepal kuat. Suara tangis di kediaman Queen semakin membuat dadanya perih. Kembali Althair menyalahkan dirinya atas kecelakaan Queen malam ini.

"Andai gue lebih jujur, maka kejadian ini nggak akan pernah terjadi," lirih Althair yang masih terdengar oleh yang lain.

"Maksud lo, Sky?" tanya Haikal kurang paham.

"Gue di ancem sama seseorang. Dia ngancem gue supaya nggak deket sama Queen atau Queen akan celaka." Althair mengatakan semuanya.

"Jadi itu alasannya kenapa lo bersikap dingin sama Queen dan menjaga jarak darinya?" tanya Benua memastikan dan Althair menjawabnya dengan anggukan.

"Kenapa lo nggak bilang, Sky? Kalau lo bilang lebih awal kita bisa cari solusinya lebih cepat dan jagain Queen tanpa perlu kalian saling menyakiti!" ujar Haikal mengacak rambutnya frustasi. Walaupun playboy, namun Haikal sangat perhatian pada teman-temannya. Dia akan berusaha melakukan apapun agar teman-teman atau orang terdekatnya tidak kesulitan.

"Ini sifat lo yang paling nggak kami sukai, Sky. Lo selalu memendam semuanya sendiri. Padahal lo punya kita, temen-temen lo yang siap bantuin lo," ujar Billy di angguki teman-temannya setuju.

"Waktu itu yang gue pikirin cuma keselamatan Queen. Gue nggak tau harus ngapain selain menuruti permintaan orang itu." Althair meremas rambutnya sendiri. Masih menyalahkan dirinya.

ALTHAIR [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang