'Lose'

3.2K 346 20
                                        

Meksiko, 12.37 pm.

"Mom, please... hm?" rengek Ailen dari balik sambungan telepon dengan suara manja yang sengaja dilembutkan.

Di seberang sana terdengar helaan napas panjang sebelum akhirnya Yoona terkekeh pelan.

"Baiklah. Mom akan menyusul kalian, honey."
Seketika wajah Ailen berbinar cerah.

"Yeaay! Aku akan menunggu mom!" serunya antusias sambil berdiri dari sofa.

Tawa Yoona terdengar hangat di telinganya. "I love you, sayang mommy."

"Me too, mommy cantiknya Ailen," balas gadis itu cepat dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan.

Panggilan berakhir.

Panggilan berakhir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Daaad!!"

Ailen langsung berlari keluar kamar sambil berteriak memanggil ayahnya.

Azka yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi spontan menoleh. Alisnya terangkat saat melihat Ailen berlari tanpa alas kaki menyusuri lorong mansion.

"Jangan lari, Queen. Kau bisa jatuh," tegurnya refleks.

Namun Ailen sama sekali tidak memedulikannya.
"Di mana dad?" tanyanya cepat sambil terengah.

Azka mematikan televisi dengan malas. "Why?"

Ailen mendekat lalu duduk tepat di sampingnya dengan mata berbinar penuh semangat.

"Mom jadi datang ke Meksiko hari ini," bisiknya seolah sedang membocorkan rahasia besar.

Mata Azka langsung membulat.
"Seriously?"

Ailen mengangguk cepat.

"Itu artinya kita harus menyiapkan penyambutan," gumam Azka sambil mulai berpikir.

"Surprise?" tanya Ailen penuh harap.

Azka tersenyum tipis lalu mengacak rambut panjang adiknya gemas.

"Sure. Aku akan menghubungi yang lain."

Ailen tampak semakin bersemangat. Namun sedetik kemudian gadis itu memandang sekeliling.

"Di mana Axel?"

Azka melirik ke arah luar rumah.
"Garasi... maybe?"

Tanpa menunggu lebih lama, Ailen langsung berdiri dan berjalan cepat menuju bangunan garasi besar di samping mansion utama.

Garasi itu lebih mirip showroom mobil mewah daripada tempat parkir biasa. Puluhan mobil sport dan kendaraan langka berjajar rapi dengan pencahayaan putih terang yang memantulkan kilaunya.

Dan tentu saja, sebagian besar mobil di sana milik Axel.

Pria itu memang maniak otomotif.

"Apa kau membeli mobil baru?"

Bratva's MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang